TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Perubahan pola lalu lintas di kawasan Ubud, sempat menyebabkan kemacetan parah di sejumlah titik di Kecamatan Ubud.
Salah satu yang terdampak ialah masyarakat yang bekerja di bidang objek online (ojol).
Dalam menjaga kondusivitas wilayah, Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara, melakukan pertemuan dengan komunitas ojek online (ojol) di Alun-Alun Peliatan, Jalan Raya Cok Gede Rai, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali, Rabu 26 Agustus 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolsek Ubud mengajak para pengemudi ojol ikut menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas di tengah penerapan perubahan arus kendaraan di sejumlah ruas jalan Ubud.
Baca juga: BIKERS Harley Davidson Member HDCI & BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 5.000 Ojol Full Selama 3 Tahun!
Para pengemudi yang setiap hari beraktivitas mengantar penumpang dan barang dinilai menjadi salah satu kelompok yang paling sering bersentuhan langsung dengan kondisi lalu lintas di lapangan.
Kapolsek meminta pengemudi ojol memahami perubahan arus, mengikuti rambu serta arahan petugas, dan tidak mengambil jalur yang berlawanan dengan rekayasa lalu lintas yang sedang diberlakukan.
“Kami mengajak rekan-rekan Ojek Online untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas dan kelancaran lalu lintas di wilayah Ubud. Rekan-rekan setiap hari berada di jalan, sehingga sangat membantu apabila ikut memahami dan mematuhi perubahan arus lalu lintas yang diterapkan,” ujar Kompol Putra Antara.
Ia menekankan, kepatuhan terhadap rekayasa lalu lintas bukan hanya untuk mengurai kepadatan, tetapi juga menjaga keselamatan pengendara, penumpang, maupun pengguna jalan lainnya.
Terlebih, kawasan Ubud merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat dan pariwisata dengan mobilitas kendaraan yang cukup tinggi.
“Utamakan keselamatan, tertib berlalu lintas dan jangan melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Apabila mengetahui adanya gangguan Kamtibmas atau kejadian menonjol, segera laporkan kepada pihak Kepolisian agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat,” tegasnya.
Selain membahas kamtibmas dan lalu lintas, Kapolsek Ubud juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada para pengemudi ojol.
Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus sarana mempererat komunikasi antara kepolisian dengan komunitas ojol yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas transportasi masyarakat di Ubud.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan apresiasi kami kepada rekan-rekan Ojek Online. Kami berharap komunikasi dan sinergitas yang sudah terjalin dapat terus ditingkatkan, sehingga bersama-sama kita dapat menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan yang beraktivitas di wilayah Ubud,” ungkapnya.
Para pengemudi ojol menyambut baik kegiatan tersebut.
Mereka menyatakan siap mendukung kepolisian, termasuk mematuhi rekayasa lalu lintas dan membantu menyampaikan informasi apabila menemukan gangguan keamanan maupun kondisi lalu lintas yang membutuhkan penanganan. (*)