Jakarta (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Jakarta menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan bagi warga binaan.

"Alhamdulillah pagi hari ini kita telah melaksanakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW untuk memberikan pengalaman hidup kepada warga binaan," kata Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta Aliandra Harahap di Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta, Rabu.

Kegiatan keagamaan diisi dengan tausiah dan sesi berbagi pengalaman bersama motivator sekaligus seniman Raden Rizki Mulyawan Kartanegara Hayang Denda Kusuma atau yang lebih dikenal dengan Dik Doank, dan Ustaz Chavchay Syaifullah.

Menurut Aliandra, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk mendapatkan pengalaman dan motivasi dari sosok yang memiliki perjalanan kehidupan.

"Untuk memberikan pengalaman hidup kepada warga binaan bagaimana pengalaman yang dimiliki oleh bang Dik Doang ketika hijrah di kehidupan selebriti ke kehidupan yang dekat dengan nilai-nilai agama," jelas Aliandra.

Dia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi gambaran sekaligus inspirasi bagi warga binaan yang tengah menjalani masa pidana di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta.

Kegiatan ini diikuti oleh warga binaan yang mewakili setiap blok hunian. Dalam pelaksanaannya, sekitar 700 orang santri warga binaan turut mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

"Ini merupakan kegiatan rutinitas di mana kita merayakan kegiatan-kegiatan besar keagamaan, bertepatan dengan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW," ucap Aliandra.

Nilai-nilai yang diajarkan Nabi Muhammad SAW diharapkan bisa menjadi pegangan hidup bagi warga binaan yang saat ini sedang diterpa ujian.

"Saat ini mereka sedang mempersiapkan diri mendapatkan bekal menjadi lebih baik sebelum mereka bebas, dan masa depan tentu masih ada ketika mereka terus berusaha menjadi lebih baik," kata Aliandra.

Sementara itu, Dik Doank menyebutkan kegiatan ini menjadi momentum dirinya untuk mengajak warga binaan melihat makna kemerdekaan dari sudut pandang lebih luas.

"Kita datang kemari sebenarnya kita yang ingin belajar dari mereka. Karena mereka sudah selesai dengan kemerdekaannya, tidak mengambil hak orang, tidak mencuri barang haram, tidak menjual juga," kata Dik Doank.

Menurut dia, kemerdekaan dapat dimaknai dengan kemampuan seseorang untuk memahami aturan, norma, serta nilai-nilai agama dan adab dalam kehidupan sehari-hari.

Dia berharap, perubahan warga binaan menjadi lebih baik bukan hanya berdampak pada dirinya sendiri, tetapi juga memberikan rasa aman dan manfaat bagi orang sekitar.