Kunci Jawaban PAI Kelas 11 SMA Halaman 222 Kurikulum Merdeka: Contoh Sikap Malu dalam Kehidupan
Fitri Wahyuni August 26, 2026 01:03 PM

BANGKAPOS.COM -- Sebelum melihat kunci jawaban mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas 11 SMA Kurikulum Merdeka, siswa harus mengerjakan tugas secara  mandiri terlebih dahulu.

Tugas tersebut ada pada buku PAI kelas 11 SMA Kurikulum Merdeka karangan Abd. Rahman, dkk. terbitan Kemdikbud Ristek tahun 2021.

Siswa diminta untuk mengerjakan sejumlah soal di halaman 222 pada Aktivitas 7.6, yakni materi Sikap Malu di Kehidupan Sehari-Hari.

Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 11 SMA Halaman 26 27 28 29 30 31 Kurikulum Merdeka: Biasakan Berpikir Kritis

Kunci jawaban PAI berikut ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi belajar.

Selengkapnya berikut kunci jawaban PAI kelas 11 SMA Kurikulum Merdeka.

Aktivitas 7.6

Buatlah dua contoh yang mencerminkan sikap malu dalam kehidupan sehari-hari!

Jawaban :

Baca juga: Soal dan Kunci Jawaban PAI Kelas 11 SMA Halaman 199 200 202 Kurikulum Merdeka, Perilaku Toleransi

Berikut dua contoh sikap malu dalam kehidupan sehari-hari:

  • Contoh 1: Malu Tidak Mengumpulkan Tugas Sekolah

Andi adalah siswa kelas 8 yang biasanya rajin dan bertanggung jawab. Namun, suatu hari karena terlalu sibuk bermain game, ia lupa mengerjakan tugas Bahasa Indonesia yang harus dikumpulkan keesokan harinya. 

Saat di kelas, guru mulai memanggil satu per satu siswa untuk menyerahkan tugas. Andi mulai gelisah dan merasa tidak tenang. Ketika namanya dipanggil, ia tertunduk dan pelan-pelan berjalan ke depan kelas. Dengan suara pelan, ia berkata, "Maaf, Bu, saya belum mengerjakan tugasnya."

Wajah Andi memerah karena malu. Ia menyadari bahwa kelalaiannya bukan hanya membuatnya rugi secara nilai, tetapi juga mengecewakan gurunya dan menjadi contoh buruk bagi teman-teman. 

Perasaan malu itu timbul dari kesadaran bahwa ia telah melakukan hal yang seharusnya tidak terjadi. Sejak saat itu, Andi belajar dari kesalahannya dan tidak mengulangi perbuatan yang membuatnya malu.

Nilai moral: Malu karena tidak menjalankan tanggung jawab menunjukkan bahwa seseorang masih memiliki hati nurani dan kesadaran moral. Rasa malu seperti ini penting agar kita bisa memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik.

  • Contoh 2: Malu Berpakaian Tidak Sopan ke Tempat Ibadah

Sinta adalah seorang remaja yang aktif mengikuti kegiatan keagamaan di lingkungan masjid dekat rumahnya. Suatu hari, karena terburu-buru datang dari mall bersama temannya, ia langsung menuju masjid untuk mengikuti pengajian tanpa mengganti pakaiannya terlebih dahulu. 

Ia mengenakan celana ketat dan kaos pendek berlengan, pakaian yang tidak biasa ia pakai saat ke tempat ibadah.

Begitu sampai di masjid, ia merasa tidak nyaman. Beberapa ibu-ibu menatapnya dengan bingung, dan Sinta pun mulai menyadari bahwa pakaiannya tidak sopan untuk tempat suci seperti masjid. 

Ia merasa sangat malu, wajahnya merah, dan ia segera meminta maaf kepada pengurus masjid, lalu meminjam mukena agar bisa mengikuti pengajian dengan pantas.

Sepulang dari pengajian, Sinta merasa menyesal dan berjanji dalam hati untuk selalu menjaga kesopanan berpakaian, apalagi di tempat ibadah. Rasa malu yang ia rasakan menjadi pelajaran penting untuk menjaga adab dan menghargai tempat suci.

Nilai moral: Rasa malu karena melanggar norma kesopanan adalah hal yang positif. Itu menandakan seseorang masih memiliki kepedulian terhadap nilai moral, etika, dan tata krama di lingkungan masyarakat.

*) Disclaimer:

(Tribunnews.com/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.