TRIBUNNEWS.COM - Kasus perkelahian maut yang menewaskan F (14), siswa SMP di Kota Jambi, memasuki babak baru.
Pihak Polresta Jambi mengonfirmasi berkas perkara pelaku yang telah diamankan akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jambi.
Duel maut antara pelajar SMP tersebut terjadi di kawasan Telanaipura, Kota Jambi, Provinsi Jambi pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
F sempat dilarikan ke rumah sakit karena mengalami penurunan kesadaran, namun nyawanya tak tertolong.
Kecamatan Telanaipura merupakan kawasan pusat pemerintahan, pendidikan, dan pemukiman penting di Kota Jambi.
Di wilayah ini berdiri kantor Gubernur Jambi, Gedung DPRD Provinsi Jambi, markas Polda Jambi, serta gedung perkantoran dinas instansi pemerintah daerah.
Di tengah proses hukum, ibu kandung korban, Novi Wulandaria, membeberkan kronologi detik-detik terakhir sebelum sang anak mengembuskan napas terakhir di RS Sungai Kambang, Kota Jambi.
Novi menceritakan, usai salat Jumat, F sempat pulang mengembalikan motor sebelum pamit main bersama teman-temannya.
"Setelah itu dia masuk cari saya ke kamar, 'Bu, nak pergi lagi.' 'Ke mana, Nak?' 'Main Jumat dekat.' 'Sama siapa?' 'Sama Bugis, oh iyalah.' Karena itu memang kawan main kan," kata Novi, dikutip dari YouTube TribunJambi.com program Saksi Kata.
Baca juga: Brimob Polda Metro Jaya Tangkap 2 Pemuda Bawa 4 Senjata Tajam Diduga untuk Tawuran di Ciracas Jaktim
Kepanikan muncul saat F tak kunjung memberi kabar hingga pukul 15.00 WIB.
Tak lama, kerabat datang mengabarkan bahwa F berada di rumah sakit akibat perkelahian.
"Saya syok. Kirain saya kira dia nyenggol mobil atau apa. Ternyata kata kakaknya, 'Dia betinju Teh,' kata dia. Engkau dia pucatnya, saya lemas," tutur Novi.
Saat disusul ke rumah sakit, F sempat merintih kesakitan kepada pamannya sebelum tak sadarkan diri dan mengalami henti napas.
Tim medis sempat melakukan tindakan darurat, namun nyawa korban tidak tertolong.
"Dia ketemu cepatlah Pino itu berucap, 'Sakit nian Tulang, sakit nian bae biar sembuh.' Setelah saat itu saya sampai dia udah gak sadar," ungkapnya.
Novi menegaskan tidak ada luka lebam luar pada tubuh korban.
Baca juga: Brimob dan Perintis Presisi Bubarkan Tawuran di Jatinegara
Pihak keluarga menyetujui proses autopsi di RS Bhayangkara untuk mengetahui penyebab pasti kematian.
Novi juga membantah anaknya terlibat geng motor atau kenakalan remaja.
Karakter F dikenal baik, aktif berolahraga futsal, dan tidak pernah bermasalah di sekolah.
"Informasi terakhir dari Polresta ngabarin katanya per Senin ini berkas naik ke kejaksaan. Satu orang sudah diamankan sejak kejadian Jumat itu," tutup Novi.
(Tribunnews.com/Mohay)