TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto meminta tepung berbahan ubi diproduksi besar-besaran untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mendera Indonesia saat ini.
Permintaan itu disampaikan Prabowo saat dia memimpin rapat penanganan karhutla di Palembang, Sumatra Selatan, Senin siang, (24/8/2026).
Perintah tersebut muncul setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberi tahu ada sejenis zat berbahan tepung ubi yang bisa mencegah kebakaran.
Kemudian, Panglima Komando Daerah Militer II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis mengatakan tepung ubi pemadam api itu merupakan hasil temuan Babinsa di Kota Lubuk Linggau, Sumatra Selatan.
Ketua Umum Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Harkunti Pertiwi Rahayu mengatakan tepung ubi memang bisa digunakan untuk memadamkan api, tetapi harus diubah dulu menjadi sealant atau pasta (cairan kental).
"Untuk memadamkan kebakaran hutan dengan menggunakan tepung ubi harus dicampur air sehingga menjadi sealant," kata Harkunti ketika dihubungi Tribunnews dari Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu, (26/6/2026).
Meski demikian, dia mengingatkan bahwa karhutla yang terjadi di Indonesia sangat luas sehingga keberadaan air menjadi tantangan.
Adapun jika menggunakan tepung ubi murni, justru membahayakan atau memperparah kebakaran karena tepung termasuk "debu yang mudah meledak" atau combustible dust.
"Logikanya, tepung + oksigen + percikan api = bisa meledak. Ini prinsip yang dipakai di pabrik tepung, pabrik gula, pabrik pakan," kata dia.
"Kalau tepung ditabur ke api, angin bakal menerbangkan tepungnya. Justru bikin titik api baru di mana-mana."
Baca juga: Upaya Padamkan Api Kebakaran Hutan, Prabowo Singgung Tepung Ubi Jadi Alternatif Air: Ubi Bombing
Dia menegaskan bahwa tepung kering tidak bisa mendinginkan. Dalam penanganan karhutla, dibutuhkan air dalam jumlah besar untuk menurunkan suhu.
"Jadi pakai tepung ubi murni = nambah bahan bakar, bukan memadamkan. Kecuali ditambahkan air menjadi sealant."
Dalam rapat penanganan karhutla di Palembang, Kapolri Jenderal Listyo menerangkan kepada Presiden Prabowo bahwa ada sejenis zat berbentuk tepung yang dapat digunakan untuk memadamkan api dalam skala kecil.
"Terkait dengan zat yang bisa digunakan untuk mencegah apabila ada kebakaran, mungkin dulu pernah kami laporkan bahwa ada sejenis zat yang menggunakan bahan baku utama dari tepung, yang bisa digunakan untuk mencegah [kebakaran]," ujar Listyo.
"Jadi kalau disemprot dengan alat, dengan zat tersebut, dia bisa mencegah agar antara api, O2, dan CO2 itu bisa terpisah."
"Itu kalau kami lihat dulu, itu sebenarnya juga mungkin bisa diproduksi kalau kita memang mau riset gitu. Jadi dia bisa digunakan untuk mencegah, dia juga bisa digunakan untuk memadamkan api, api mula-mula."
"Api yang misalnya luasannya, dari size, dari jumlah tepung tersebut cukup, mungkin api bentuk sedang atau besar juga bisa [dipadamkan]."
Prabowo kemudian bertanya apa kandungan dalam tepung tersebut.
"Itu tepung dari ubi, Pak," ujar Listyo.
Lalu, Panglima Komando Daerah Militer II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis menerangkan bahwa tepung ubi yang dapat memadamkan api tersebut merupakan hasil temuan Babinsa di Lubuklinggau, Sumatra Selatan.
"Seperti yang dilaporkan Bapak Kapolri, itu adalah hasil temuan kami, dari Babinsa di Lubuklinggau. Memang kapasitas produksinya masih kecil, tapi kalau memang ini, kami akan coba secara besar," tutur Darwis.
Baca juga: Daftar 8 Polda Lokasi Penugasan 403 Personel Satgas Penyuluhan & Edukasi Pencegahan Karhutla
Prabowo lantas menanyakan mekanisme penebaran tepung ubi tersebut untuk menangani kebakaran.
"Jadi yang kita bawa nanti dari helikopter atau dari mana pesawat, yang kita tebarkan tepung itu?" tanya Prabowo.
Listyo pun menjawab tepung tersebut biasanya dibawa dalam bentuk bola-bola untuk memadamkan api skala kecil.
"Izin, Pak. Kalau yang kemarin, itu kan bentuknya tepung yang dalam bola-bola, itu untuk api kecil," jawab Listyo
"Yang api besar itu gimana?" tanya Prabowo lagi.
"Api besar tergantung besarannya, size-nya, volumenya, Pak. Tapi ada juga yang model disemprot. Apabila ada panas, maka dia akan menghalangi," kataListyo.
Selanjutnya, Prabowo menilai inovasi tepung berbahan ubi untuk memadamkan api sebagai hal yang menarik.
Mantan Menteri Pertahanan RI itu lalu meminta agar inovasi tersebut diriset dan diproduksi dalam jumlah besar.
Ia lantas berkelakar nantinya upaya memadamkan kebakaran tidak menggunakan metode water-bombing, melainkan ubi-bombing.
"Jadi tepung itu bisa meredam api, ya? Tapi intinya dia bisa meredam ya. Menarik sekali itu," ucap Prabowo.
"Bahan bakunya dari ubi, dari singkong. Coba diproduksi dalam skala besar ya. Ajukan biaya untuk produksinya. Ya kita usahakan semua upaya, ya. Berarti kita bukan water-bombing ya, ubi-bombing," tuturnya.
(Tribunnews/Febri/Rizkianingtyas)