Liputan6.com, Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menantang generasi muda untuk mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Menghadapi 7,2 juta pengangguran dan 85,3 juta pekerja informal di Indonesia, wirausaha dinilai sebagai jalan keluar strategis.
Saat menyampaikan orasi ilmiah di Universitas Sumatera Utara (USU), Menteri Maman menekankan bahwa ukuran keberhasilan lulusan kampus seharusnya bukan lagi seberapa cepat mendapat pekerjaan, melainkan seberapa berani membangun bisnis sendiri.
"Masih sangat jarang yang berpikir, bagaimana caranya saya lulus cepat, setelah itu saya menjadi pencipta pekerja atau entrepreneur," kata Menteri Maman dikutip dari laman kementerian, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, penambahan jumlah wirausahawan akan secara otomatis mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional dan menekan angka pengangguran.
"Kalau jumlah entitas atau pengusahanya semakin banyak, maka tingkat pertumbuhan ekonomi sebuah negara konsekuensinya akan semakin meningkat. Salah satu solusi untuk menekan angka pengangguran adalah mendorong kampus sebagai laboratorium atau inkubator untuk menghasilkan pengusaha-pengusaha hebat di Tanah Air," ujar Menteri Maman.
Guna mewujudkan hal tersebut, Kementerian UMKM siap berkolaborasi dengan perguruan tinggi melalui sejumlah langkah strategis:
"Sebagus apa pun hasil riset yang dimiliki kampus, jangan hanya menjadi pajangan di laboratorium. Bagaimana hasil riset tersebut mampu memberikan efek atau nilai komersial, memberikan nilai tambah dan pemberdayaan bagi dosen maupun mahasiswa yang terlibat," ujar Menteri Maman.
Data UNDP menunjukkan 81% anak muda Indonesia berminat menjadi wirausaha. Maman pun mengingatkan mahasiswa agar responsif terhadap perubahan teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk menangkap peluang bisnis baru.
"Artinya, tantangan kita ke depan tidak sederhana. Kita harus mulai mengubah cara melihat masa depan dengan bergandengan tangan antara pemerintah, sivitas akademika, dan mahasiswa untuk memberikan bekal menghadapi tantangan global," ungkap Menteri Maman.