Bahaya Kebakaran Mengintai Saat Kemarau, Warga Gianyar Bali Diminta Tak Bakar Sampah
Putu Kartika Viktriani August 26, 2026 02:40 PM

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Sejak beberapa hari lalu, Kabupaten Gianyar, Bali telah memasuki musim kemarau. Wilayah yang ditumbuhi tanaman, khususnya tanaman liar kini kondisinya kering.

Hal tersebut membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Terlebih, kondisi kemarau tahun ini juga disertai embusan angin yang cukup kencang. Kondisi tersebut membuat api berpotensi cepat membesar dan merembet ke lokasi lain yang dipenuhi material kering.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, Gusti Ngurah Dibya Prasasta, Rabu 26 Agustus 2026 mengatakan, musim kemarau tahun 2026 diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Oktober.

"Saat ini tanaman mulai mengering, karena itu kita harus waspada," kata Dibya.

Dibya menegaskan, areal yang mesti mendapatkan pengawasan penuh adalah lahan kosong milik warga yang terbengkalai.

 

Sebab, lahan tersebut terkadang dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan sampah (TPA) liar oleh oknum masyarakat. Kondisi menjadi semakin berbahaya ketika sampah dibakar secara sembarangan.

"Untuk itu, BPBD Gianyar mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah secara terbuka selama musim kemarau," ujarnya.

Baca juga: Detik-Detik WNA Australia Dicegat Imigrasi Bali di Bandara Ngurah Rai, Viral Video Dugaan Asusila

Petani juga diminta tidak membakar jerami kering sisa panen, terutama jika berada di dekat permukiman. Sebab, kata Dibya, percikan api yang terbawa angin dapat menyulut material kering di lokasi lain.

"Percikan api yang terbang oleh angin, bisa saja menyulut api di titik lain," ujarnya.

Selain masyarakat, perkantoran dan instansi swasta juga diminta memastikan ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) sesuai standar.

Jika terjadi kondisi darurat, masyarakat diminta segera menghubungi Call Center 112 Gianyar agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.

BPBD juga mengingatkan para orang tua untuk mengawasi anak-anak agar tidak bermain api, khususnya di sekitar lahan kering maupun kawasan yang ditumbuhi alang-alang.

"Saat api kecil, mudah dikendalikan tapi kalau sudah besar akan jadi bencana," tambahnya.

Selain ancaman kebakaran, BPBD Gianyar mengingatkan masyarakat untuk menghemat penggunaan air selama musim kemarau.

Penggunaan air untuk mandi, mencuci, menyiram tanaman maupun kebutuhan lainnya diharapkan dilakukan secara efektif dan efisien.

Pasalnya, memasuki musim kemarau, debit air secara umum akan mengalami penurunan, termasuk ketersediaan air untuk irigasi pertanian.

"Musim kemarau, debit air secara umum pasti menurun, termasuk air irigasi. Harapan kami juga agar digunakan seefisien mungkin," ujar Dibya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.