TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN – Polres Sarolangun mengamankan 97 sepeda motor dalam Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) sebagai tindak lanjut atas keresahan masyarakat terkait aksi balap liar dan penggunaan knalpot brong di wilayah Kota Sarolangun.
Hasil KRYD tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di depan Kantor Polsek Sarolangun, Rabu (26/8/2026). Konferensi pers dipimpin Kabag Ops Polres Sarolangun Kompol Angga Luvyanto, didampingi Kasat Lantas Polres Sarolangun AKP Steffan Thomas Lumoa dan Kasi Humas Iptu Andi Supriadi.
Kabag Ops menjelaskan, pelaksanaan KRYD merupakan langkah Polres Sarolangun dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas), khususnya di wilayah yang kerap menjadi lokasi balap liar.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut laporan dan keluhan masyarakat melalui Call Center Polri 110 terkait maraknya balap liar dan penggunaan knalpot brong yang dinilai mengganggu kenyamanan serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
"Kegiatan KRYD ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat melalui layanan 110 terkait adanya balap liar dan penggunaan knalpot brong. Kami melakukan penindakan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif serta memberikan rasa nyaman kepada masyarakat," jelas Kompol Angga Luvyanto.
Dalam pelaksanaan KRYD, polisi mengamankan 97 sepeda motor. Penindakan dilakukan selama dua hari, yakni Jumat (21/8/2026) dan Sabtu (22/8/2026).
Pada Jumat (21/8/2026), personel Polres Sarolangun mengamankan 33 sepeda motor. Sebanyak 28 unit di antaranya menggunakan knalpot brong, sedangkan lima unit lainnya merupakan sepeda motor standar yang ditemukan melakukan sejumlah pelanggaran lalu lintas.
Pelanggaran tersebut antara lain pengendara masih di bawah umur, tidak menggunakan helm, dan pelanggaran lalu lintas lainnya.
Selanjutnya, pada Sabtu (22/8/2026), petugas kembali mengamankan 64 sepeda motor. Sebanyak 32 unit menggunakan knalpot brong, sedangkan 32 unit lainnya merupakan sepeda motor standar yang diamankan karena berbagai pelanggaran lalu lintas.
"Selama pelaksanaan KRYD, total ada 97 unit kendaraan roda dua yang kami amankan. Sebanyak 60 unit menggunakan knalpot brong, sedangkan 37 unit lainnya merupakan kendaraan standar yang ditemukan melakukan pelanggaran seperti pengendara di bawah umur, tidak menggunakan helm, dan pelanggaran lalu lintas lainnya," ungkap Kompol Angga Luvyanto.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Sarolangun AKP Steffan Thomas Lumoa menyampaikan sejumlah imbauan terkait kamseltibcarlantas kepada masyarakat, khususnya orang tua dan generasi muda.
Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan aksi balap liar maupun menggunakan knalpot brong yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis kendaraan.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai anak-anak menggunakan kendaraan bermotor tanpa memenuhi ketentuan, apalagi terlibat balap liar yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya," imbau AKP Steffan Thomas Lumoa.
Menurutnya, balap liar merupakan pelanggaran lalu lintas yang dapat memicu kecelakaan dan gangguan kamtibmas. Begitu pula penggunaan knalpot brong yang menimbulkan kebisingan dan dapat mengganggu ketenangan masyarakat.
Kasat Lantas mengajak seluruh pengguna jalan mengutamakan keselamatan dengan mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm standar, melengkapi kelengkapan kendaraan, serta tidak mengendarai kendaraan apabila belum memenuhi persyaratan usia dan ketentuan hukum yang berlaku.
Polres Sarolangun menegaskan KRYD akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk respons terhadap keluhan masyarakat sekaligus upaya preventif dan represif untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif.
Polres Sarolangun juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing dan melaporkan berbagai potensi gangguan kamtibmas melalui Call Center Polri 110.
"Mari bersama menjaga Sarolangun tetap aman, tertib, dan nyaman. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab kita bersama," pungkas AKP Steffan Thomas Lumoa. (Frengky Widarta/Tribunjambi)
Baca juga: Gubernur Al Haris Turun ke Sarolangun, Pastikan Karhutla Ditangani