TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Sorong mengumumkan bahwa kualitas udara di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, saat ini berada pada kategori tidak sehat.
Informasi tersebut disampaikan Analis On Duty GAW Sorong, Alif Putra Cakra, melalui rilis pers di Fakfak, Rabu (26/8/2026).
“Dari prediksi tiga hari ke depan, konsentrasi PM2.5 di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya secara umum berada pada kategori sedang hingga tidak sehat,” ujarnya.
Nilai Ambang Batas (NAB) PM2.5 selama 24 jam ditetapkan sebesar 55 µg/m⊃3;.
Jika konsentrasi melebihi angka tersebut, kualitas udara masuk kategori tidak sehat.
Baca juga: Asap Pekat Karhutla Intai Warga Bomberai-Tomage di Fakfak Papua Barat
Berdasarkan pengolahan data, berikut prediksi konsentrasi PM2.5 untuk 27–29 Agustus 2026:
Sedang (15,6–55,4 µg/m⊃3;): Kota Sorong, Maybrat, Raja Ampat, Sorong, Sorong Selatan, Tambrauw.
Tidak Sehat (55,5–150,4 µg/m⊃3;): Kaimana, Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Wondama, Fakfak, Teluk Bintuni.
Sedang: Kota Sorong, Raja Ampat, Sorong, Maybrat, Tambrauw, Sorong Selatan.
Tidak Sehat: Kaimana, Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Wondama, Fakfak, Teluk Bintuni.
Sedang: Kota Sorong, Maybrat, Raja Ampat, Sorong, Tambrauw.
Tidak Sehat: Kaimana, Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Wondama, Sorong Selatan, Fakfak, Teluk Bintuni.
Masyarakat diimbau untuk menghindari aktivitas yang dapat memperburuk kualitas udara, seperti membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar.