BNPB mencatat hingga Selasa (25/8), jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 di wilayah Kabupaten Nagekeo, NTT, bertambah menjadi 103 jiwa.
Kupang (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto meninjau warga terdampak gempa magnitude 7,7 di Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTT) sekaligus memastikan penanganan dan dukungan pemerintah terhadap masyarakat terdampak bencana berjalan secara optimal, pada Rabu (26/8).
Presiden tiba di Bandar Udara Internasional Komodo Labuan Bajo kemudian bertolak menuju Kabupaten Nagekeo untuk meninjau secara langsung kondisi masyarakat yang terdampak gempa bumi Flores.
Presiden Prabowo sempat memimpin rapat koordinasi di Posko Penanganan Bencana Alam NTT Kodam IX/Udayana di Nagekeo, NTT.
Dalam rapat tersebut, Prabowo didampingi sejumlah menteri terkait seperti Menteri PU Dody Hanggodo, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Mendagri Muhammad Tito Karnavian, dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit.
Selain itu hadir pula Gubernur NTT Melki Laka Lena, serta sejumlah kepala daerah.
BNPB mencatat hingga Selasa (25/8), jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 di wilayah Kabupaten Nagekeo, NTT, bertambah menjadi 103 jiwa.
Rinciannya Kabupaten Manggarai 41 orang, Manggarai Timur (34), Nagekeo (13), Sikka (6), Ngada (5), di Ende (3) dan satu orang di Manggarai Barat.
Berdasarkan jenis kelamin, korban meninggal dunia 45 persen laki-laki dan 55 persen perempuan. Kemudian berdasarkan kelompok usia, korban jiwa terdiri atas 45 persen lansia, 37 persen dewasa, 12 persen anak dan remaja, serta sisanya merupakan balita dan batita.
Sementara korban luka-luka, BNPB mencatat terdapat sebanyak 1.666 orang.
Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban luka terbanyak, yakni 239 orang mengalami luka berat dan 404 orang mengalami luka ringan.
Pemutakhiran data korban terus dilakukan BNPB seiring dengan adanya laporan tambahan dari wilayah terdampak gempa.





