Denpasar (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali masih terus menerjunkan tim secara bergantian untuk membantu penanganan pengungsi dan penyaluran bantuan pasca-gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Tim saat ini dari Bali terus bergilir, ada juga dari relawan BPBD, kemudian dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali juga kemarin menerjunkan Emergency Medical Team (EMT) dari Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia di Bali serta Pusat Krisis Kemenkes," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bali Ida Bagus Gede Widnyana Putra di Denpasar, Rabu.

Sebelum personel bergilir ini, kata dia, penanganan awal telah dimulai dari rombongan Kepala Pelaksana BPBD Bali beserta Tim Reaksi Cepat (TRC) yang menyalurkan bantuan logistik, kemudian disusul kunjungan Gubernur Bali, pekan lalu.

Hingga kini, bantuan yang dikirimkan berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi serta layanan kesehatan.

Saat ini personel gabungan tersebut disebar di beberapa wilayah terdampak.

Awalnya pengawalan dilakukan di Kabupaten Ende, lalu semakin hari berlanjut ke Manggarai dan Ruteng untuk pemenuhan layanan medis.

Berdasarkan hasil pemantauan dan koordinasi harian dengan pemerintah setempat, Manggarai salah satu lokasi paling membutuhkan dukungan bantuan.

Selain penyiapan tenaga medis dan logistik dasar, BPBD Bali juga menyoroti pentingnya pasokan khusus bagi kelompok rentan di pengungsian, seperti anak-anak, perempuan, ibu hamil, hingga penyandang disabilitas yang masih memerlukan perhatian ekstra.

Mengenai total personel yang sudah diterjunkan bergilir hingga hari ke-12 pasca-bencana NTT ini, pihaknya masih merekap data secara berkala karena pergerakan relawan yang melapor dan berangkat ke NTT masih terus berlangsung.

Di samping pengiriman tim lapangan, BPBD Bali sedang menggalang donasi masyarakat melalui rekening Peduli Bencana BPD Bali.

Ia menyebut hingga saat ini, total dana yang terkumpul hasil dari donasi masyarakat Bali mencapai Rp49.862.270.

Penggalangan donasi dijadwalkan berlangsung hingga akhir Agustus, sedangkan rencananya disalurkan atau ditransfer ke rekening peduli bencana di NTT pada awal September mendatang sesuai arahan Gubernur Bali.

“Kemungkinan di awal September, terkait penyaluran kami terus memperbaharui karena kan bantuan juga datang dari berbagai provinsi, terutama yang terdekat kami pantau dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, itu sudah juga merapat, jadi setiap hari kami minta pembaharuan dari NTT untuk kami bisa berikan bantuannya,” demikian Widnyana.