Laporan Wartawan TribunJatim.com, Isya Anshori
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Semangat untuk tetap aktif dan berkarya ditunjukkan ratusan lanjut usia (lansia) dari berbagai wilayah di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Sebanyak 226 lansia dari 26 kecamatan mengikuti Festival Lansia 2026 yang digelar di Pendopo Panjalu Jayati, Rabu (26/8/2026) pagi.
Festival bertema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh” tersebut berlangsung mulai 26 hingga 28 Agustus 2026 dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Beragam perlombaan disiapkan untuk memberikan ruang bagi para lansia menunjukkan bakat sekaligus mempererat hubungan dengan sesama.
Di antaranya lomba Lansia Cantik, menyanyi solo untuk uthi dan kakung, menyanyi duet, serta line dance.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri Subur Widono mengatakan Festival Lansia merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahun.
Namun, menurut dia, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang untuk mencari pemenang.
Baca juga: Pembangunan Infrastruktur Kediri Dikebut, Jalan hingga Stadion Gelora Daha Jayati Mulai Berprogres
Pertemuan para lansia justru menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun kembali semangat mereka untuk beraktivitas.
"Kalau mereka kumpul dengan teman-temannya pasti kembali ke masa-masa muda, jadi semangat lagi, termotivasi lagi, dan harapan kita bahagia lagi," ucap Subur, Rabu (26/8/2026).
Peserta festival rata-rata berusia 56 tahun ke atas. Bahkan, terdapat peserta yang telah berusia sekitar 80 tahun namun tetap antusias mengikuti rangkaian kegiatan.
Subur menilai, kebahagiaan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesejahteraan lansia. Dengan tetap memiliki aktivitas dan bertemu lingkungan sosial, lansia diharapkan tidak merasa sendiri.
"Orang bahagia pasti harinya nanti kesejahteraan, jadi lebih produktif," katanya.
Baca juga: Beraksi di Rumah Lansia, Maling Uang dan Emas di Pacitan Diciduk Polisi
Selain perlombaan, Festival Lansia juga akan dilanjutkan dengan senam bersama pada 28 Agustus 2026 di Taman Hijau kawasan Simpang Lima Gumul.
Kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat lansia untuk menjaga kebugaran dan tetap aktif.
Perhatian Pemkab Kediri terhadap lansia juga tidak hanya diwujudkan melalui festival.
Dinas Sosial memiliki sejumlah program pendampingan bagi lansia, terutama mereka yang membutuhkan bantuan maupun pendampingan khusus.
"Ada pendampingan lansia khususnya yang mungkin berkebutuhan khusus, kemudian ada yang memerlukan bantuan dan pembimbingan dan banyak hal yang kita banyak program yang terkait lansia. Kita sangat peduli dengan mereka," jelas Subur.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Kediri juga memberikan bantuan sosial kepada 100 lansia yang berasal dari berbagai wilayah Kabupaten Kediri.
Bantuan itu diberikan sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada lansia yang membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Mantan Camat Wates ini berharap perhatian kepada lansia juga menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah.
Keluarga dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang membuat orang tua tetap merasa dihargai dan bahagia.
"Ayo kita sama-sama jaga bapak ibu kita, jangan di-pressure apa pun, supaya orang tua kita senang. Salah satunya kumpul dengan teman-temannya yang seusia, pasti jadi SMA lagi," tandas Subur.
Sementara itu, Ketua Pokja I Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri Dyah Saktiana atau yang akrab disapa Bu Nana, mengatakan Festival Lansia juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan antarlansia.
Bahkan, komunikasi antar peserta telah terbangun sebelum festival melalui grup WhatsApp.
Dari komunikasi tersebut, para lansia yang sebelumnya tidak saling mengenal akhirnya menjadi lebih dekat.
"Semua peserta ini ada grup WA. Di grup WA ini setiap pagi ramenya luar biasa. Akhirnya yang kemarin tidak kenal, akhirnya menjadi kenal," jelas Nana.
Menurutnya, interaksi sederhana seperti saling menyapa, berbagi cerita hingga mengirim foto kegiatan sehari-hari mampu membuat para peserta semakin akrab.
Hal itu sejalan dengan tujuan festival yang tidak hanya berfokus pada perlombaan, tetapi juga membangun kebersamaan.
Salah satu peserta, Anis Hariyani, warga Desa Duwet, Kecamatan Wates turut merasakan semangat tersebut.
Perempuan berusia 57 tahun itu menjadi perwakilan desanya dalam lomba Lansia Cantik.
Anis mengaku baru pertama kali mengikuti Festival Lansia. Meski masih pemula, ia tetap antusias dan berharap dapat memberikan hasil terbaik untuk desanya.
"Ini saya mewakili Desa Nduwet. Semoga nanti bisa dapat juara dan Desa Nduwet bisa terkenal. Saya juga pemula, ini sebagai pengalaman saya," katanya.
Selain mengikuti lomba Lansia Cantik, Anis juga aktif dalam komunitas bernyanyi dan dijadwalkan mengikuti lomba line dance.
Ia mendapat kesempatan mengikuti festival setelah ditunjuk oleh kepala desa untuk menjadi perwakilan Desa Duwet.
"Ini pertama kali saya mengikuti, jadi masih pemula. Doain saja ya menang," jelas Anis.