PSEL Bantargebang Bekasi Diresmikan, Mulai Beroperasi 2028
Joseph Wesly August 26, 2026 03:50 PM

 

TRIBUNBEKASI.COM, BANTARGEBANG- Fasilitas Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, resmi diresmikan pada Rabu (26/8/2026).

Peresmian PSEL tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono, Direktur Utama PT PLN Persero Darmawan Prasodjo, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, serta Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir.

Pandu mengatakan, PSEL Kota Bekasi ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2028.

Berdasarkan Perpres Nomor 109 Tahun 2025, listrik yang dihasilkan PSEL nantinya akan dibeli dan disalurkan ke PLN. Harga pembelian listrik ditetapkan sebesar 0,20 dolar AS per kWh untuk seluruh kapasitas.

“Target mulai beroperasi yakni pertengahan 2028, fasilitas di Kota Bekasi itu akan mengelola hingga 1.500 ton per hari sampah menjadi energi bersih berupa listrik,” kata Pandu, Rabu (26/8/2026).

Gunakan Teknologi Ramah Lingkungan

PSEL Kota Bekasi yang dikelola PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) akan menggunakan teknologi moving grate incinerator yang dilengkapi Air Pollution Control System (APCS).

Teknologi tersebut dipilih dengan mempertimbangkan karakteristik sampah di Indonesia. Sistem ini dirancang untuk mengurangi volume sampah secara signifikan dalam waktu cepat dengan tetap memperhatikan standar lingkungan.

Pandu mengatakan teknologi PSEL Bekasi dirancang mengacu pada standar European Union Industrial Emissions Directive (EU IED).

Selain itu, PSEL Bekasi akan bersinergi dengan teknologi pengelolaan sampah pirolisis. Sampah yang telah menumpuk nantinya dapat diolah menjadi energi terbarukan berupa bahan bakar minyak.

Target Olah 500 Ribu Ton Sampah per Tahun

Pandu menjelaskan, pembangunan PSEL Kota Bekasi merupakan bagian dari mandat Danantara Indonesia dalam pengelolaan sampah perkotaan menggunakan teknologi ramah lingkungan.

Kota Bekasi dinilai memiliki peran penting dalam sistem pengelolaan sampah kawasan Jabodetabek. Kondisi TPA di Kota Bekasi yang telah melampaui kapasitas membuat alternatif pengelolaan sampah berkelanjutan semakin dibutuhkan.

PSEL Kota Bekasi ditargetkan mampu mengolah hingga 500 ribu ton sampah per tahun atau sekitar 70 persen timbunan sampah di Kota Bekasi menjadi energi hijau.

Fasilitas ini juga diproyeksikan mampu menyuplai kebutuhan listrik sekitar 55 ribu rumah, menurunkan emisi dari TPA hingga 80 persen, serta mengurangi emisi karbon sekitar 640 ribu ton setara CO2 setiap tahun.

Pengoperasian PSEL ditargetkan dapat mengurangi kebutuhan lahan TPA hingga 90 persen.

Ciptakan 1.000 Lapangan Kerja

Pandu berharap kehadiran PSEL Kota Bekasi dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Fasilitas tersebut ditargetkan mampu menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja hijau sekaligus menyediakan energi bersih bagi puluhan ribu rumah tangga.

“Peresmian pembangunan PSEL hari ini menandai hadirnya solusi nyata untuk menjawab tantangan darurat sampah di Indonesia dan secara terkhusus di Kota Bekasi. PSEL Kota Bekasi juga diharapkan dapat menciptakan nilai lingkungan, energi, dan ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tuturnya.

Sementara itu, Zulkifli Hasan optimistis kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Danantara Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan dapat mempercepat penanganan persoalan sampah.

“Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis timbunan sampah yang selama ini menjadi persoalan di berbagai daerah dapat ditangani lebih cepat. Semoga melalui upaya bersama, kami dapat menghadirkan solusi nyata bagi pengelolaan sampah di Indonesia,” kata Zulkifli.

PSEL Bekasi Berstatus PSN

PSEL Kota Bekasi merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan total investasi mencapai Rp3 triliun.

PT Denera merupakan perusahaan yang berfokus pada pengembangan infrastruktur PSEL dan didirikan di bawah naungan PT Danantara Investment Management (DIM).

Denera bertugas mengoordinasikan dan mengakselerasi pengembangan proyek PSEL di Indonesia dengan mengintegrasikan tata kelola investasi, mitra teknologi, dan pelaksana proyek dalam satu ekosistem terintegrasi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.