Kemarau Ekstrem, Wali Kota Bengkulu Ingatkan Warga Pastikan Kompor Dimatikan Setelah Masak
Ricky Jenihansen August 26, 2026 03:54 PM

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengingatkan warga untuk memastikan kompor atau alat memasak telah padam setelah digunakan dan tidak membakar lahan di tengah kondisi musim kemarau ekstrem yang disertai angin kencang.

Peringatan tersebut disampaikan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Bengkulu.

Dedy mengatakan kondisi kemarau dan angin kencang membuat masyarakat perlu lebih berhati-hati terhadap aktivitas yang dapat memicu api, baik di dalam rumah maupun di area terbuka.

“Ya, kondisi hari ini karena musim kemarau kemudian angin juga kencang, di beberapa daerah banyak yang terjadi kebakaran hutan dan lahan. Maka masing-masing kepada tingkat bawah RT, kami mengimbau, kemudian Lurah, Camat, dan seluruh warga Kota Bengkulu agar berhati-hati,” ujar Dedy pada Rabu (26/8/2026).

Pastikan Tak Ada Api yang Masih Menyala

Dedy secara khusus meminta masyarakat memastikan tidak ada api yang masih menyala setelah melakukan aktivitas memasak.

Selain itu, masyarakat diminta tidak membakar lahan yang dalam kondisi kering.

Embusan angin yang kuat dikhawatirkan dapat membuat api menyebar dan menjadi tidak terkendali.

“Terutama dipastikan betul ketika misalkan kita memasak, pastikan betul setelah memasak tidak ada api yang masih menyala. Lalu kemudian pastikan juga lahan-lahan yang mungkin kering jangan sempat dibakar, karena kita khawatir angin kencang itu akan membuat tidak terkendali,” tambahnya.

Camat, Lurah hingga RT Diminta Waspada

Pemerintah Kota Bengkulu juga meminta jajaran aparatur mulai dari tingkat camat, lurah, hingga Ketua Rukun Tetangga (RT) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.

Imbauan yang sama disampaikan kepada seluruh elemen masyarakat di Kota Bengkulu.

Meski menghadapi kondisi musim kemarau ekstrem dan angin kencang, pemerintah menyebut situasi di wilayah perkotaan saat ini masih relatif aman.

Kondisi tersebut juga terus dipantau oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, OPD, dan stakeholder lainnya.

“Tapi di Kota Bengkulu insya allah sejauh ini bisa dikendalikan, dan kita berdoa kepada Allah SWT semoga Kota Bengkulu selamat dari musibah apa pun,” pungkas Dedy.

Temukan Titik Api, Hubungi BPBD atau 112

Masyarakat yang melihat atau menemukan titik api maupun kebakaran lahan diimbau segera melaporkannya.

Laporan dapat disampaikan melalui Call Center BPBD Kota Bengkulu di nomor 0822 8912 3723 atau layanan darurat 112.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.