AS Kunci Ekonomi Iran dengan Sanksi Baru: Bidik Minyak hingga Aset, Negara Mitra Ikut Terpukul
Tribun-video August 26, 2026 03:56 PM
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baruTRIBUN-VIDEO.COM - Amerika Serikat resmi mengumumkan peluncuran “Operation Economic Outcast” untuk menekan dan mengisolasi perekonomian Iran secara total, Senin (24/8/2026).Kampanye sanksi baru ini diluncurkan setelah 10 minggu negosiasi pembukaan Selat Hormuz dan isu nuklir menemui jalan buntu.Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menegaskan bahwa Washington berniat memutus siklus perekonomi Teheran.Pemerintah Amerika Serikat memetakan jalur penyelundupan minyak dan siap menjatuhkan sanksi sekunder terhadap mitra dagang utama Iran.Target sanksi sekunder tersebut berpotensi mengincar mitra dagang Iran seperti Tiongkok, Uni Emirat Arab, Turki, hingga negara Irak.Departemen Keuangan AS memperluas lima sektor sasaran baru mencakup aset kripto Garda Revolusi (IRGC), emas, serta navigasi pelayaran.Selain itu sanksi juga dijatuhkan kepada 60 entitas yang dituduh memfasilitasi program nuklir dan penjualan minyak ilegal Iran.Bessent memberi pilihan tegas bagi Iran antara mengisolasi diri dalam ekonomi subsisten atau kembali menuju jalur normalitas diplomatik.Kendati demikian sejumlah analis menilai pengumuman sanksi ini sekadar peringatan keras karena detail penegakannya belum diterapkan.Bessent beralih memberi waktu bagi mitra internasional untuk memperbaiki perilaku sebelum sanksi sekunder menghantam pasar global.Di sisi lain Uni Emirat Arab melangkah lebih dulu dengan menangguhkan seluruh transaksi keuangan dan perdagangan dengan Teheran.Namun, Washington masih menahan diri untuk tidak menjatuhkan sanksi terhadap kilang minyak maupun bank-bank besar milik Tiongkok.Kementerian Luar Negeri Tiongkok menegaskan penolakan keras atas sanksi sepihak AS dan bersiap melindungi kepentingannya dengan Iran.Pihak Teheran sendiri dinilai sudah terbiasa beroperasi di bawah sanksi berat dan terus memanfaatkan celah jaringan perdagangan gelap.Meskipun begitu tekanan blokade laut dan sanksi baru diprediksi akan semakin menambah beban krisis ekonomi di dalam negeri Iran.Ketegangan geopolitik yang tereskalasi ini kian menutup ruang diplomasi serta mengguncang stabilitas pasar energi dunia.https://www.washingtonpost.com/world/2026/08/25/us-is-escalating-its-economic-war-iran-heres-what-that-means/Program: Live UpdateHost: Yustina Kartika GatiEditor Video: Reka Alfa, Anggraini PuspasariReporter: