Mahasiswa Asal Botswana Juara I Lomba Puisi FHI 2026, Belajar Bahasa Indonesia di USK 10 Bulan
Muhammad Hadi August 26, 2026 04:23 PM

SERAMBINEWS.COM - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa internasional Universitas Syiah Kuala (USK).

Abotle Ralekwalo, mahasiswa asal Botswana, berhasil meraih Juara I Lomba Berpuisi dalam ajang Festival Handai Indonesia (FHI) 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di Jakarta.

Perjalanan Abotle menuju podium juara tidaklah mudah.

Ia harus menyisihkan ratusan peserta dari berbagai negara.

Dari sekitar 542 peserta yang berasal dari 79 negara, Abotle terpilih sebagai salah satu dari 25 finalis terbaik sebelum akhirnya masuk ke jajaran lima besar dan dinobatkan sebagai Juara I pada kategori lomba berpuisi.

Pada babak final, ia bersaing ketat dengan peserta dari Kanada, Thailand, Australia, dan Uzbekistan.

Baca juga: USK Kirim Tim Relawan Kesehatan ke NTT, Bantu Korban Gempa

Prestasi ini menjadi semakin istimewa karena kemampuan bahasa Indonesia Abotle berawal dari keikutsertaannya dalam Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di USK selama kurang lebih 10 bulan.

Abotle merupakan penerima Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) tahun 2025 yang saat ini tengah menempuh pendidikan magister pada Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan USK.

Kepala Global Engagement Office (GEO) USK, Prof. Dr. Syamsidik, S.T., M.Sc., menyampaikan apresiasi atas pencapaian gemilang yang diraih oleh mahasiswanya tersebut.

"Kami sangat bangga dan mengapresiasi pencapaian Abotle. Keberhasilannya meraih Juara I dalam Festival Handai Indonesia 2026 merupakan prestasi yang luar biasa. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa internasional USK tidak hanya datang untuk menempuh pendidikan, tetapi juga aktif belajar, mengenal, dan mengapresiasi bahasa serta budaya Indonesia," ujarnya dalam rilis yang diterima Serambinews.com, Rabu (26/8/2026).

Prof. Syamsidik berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa internasional lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri dan berani mengambil berbagai kesempatan selama menempuh pendidikan di Indonesia.

Baca juga: 7.500 Mahasiswa Baru USK Ikuti Tes Bahasa Inggris, Target TOEFL Minimal 477

Ungkapan syukur juga disampaikan langsung oleh Abotle Ralekwalo atas pengalaman berharga yang didapatkannya selama menimba ilmu di USK dan mengikuti kompetisi tingkat nasional tersebut.

"Belajar bahasa Indonesia di USK bukan hanya sekadar persiapan akademik bagi saya, tetapi juga pintu masuk untuk memahami kekayaan sastra dan budaya Indonesia. Melalui kompetisi ini, saya belajar bahwa bahasa dapat menjadi ruang pertemuan yang indah antara berbagai latar belakang budaya yang berbeda," ungkap Abotle.

Melalui Global Engagement Office (GEO), USK terus berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa internasional agar tidak hanya memperoleh pengalaman akademik yang berkualitas, tetapi juga ruang berkembang melalui kegiatan bahasa, budaya, dan pengenalan kearifan lokal. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.