Liputan6.com, Seoul - Skandal penanganan kasus orang hilang di Pulau Jeju, Korea Selatan, semakin melebar. Seorang sersan polisi ditangkap setelah diduga berbohong kepada keluarga korban dan menutup sejumlah laporan orang hilang sebelum memastikan keberadaan mereka.
Dikutip dari BBC, Rabu (26/8/2026), penangkapan polisi bernama Bu itu terjadi di tengah meningkatnya kritik publik terhadap kepolisian Jeju. Dalam beberapa hari terakhir, empat orang yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan tewas di pulau tersebut, termasuk Jang Mi-ran, perempuan berusia 37 tahun yang dilaporkan hilang sejak Mei.
Kasus ini mencuat setelah laporan pekan lalu mengungkap bahwa polisi baru melakukan pencarian terhadap Jang berbulan-bulan setelah ia dinyatakan hilang. Keterlambatan tersebut memicu kemarahan publik dan mempertanyakan cara kepolisian menangani laporan orang hilang.
Kecurigaan kemudian mengarah kepada Bu. Ia diduga menutup kasus Jang terlalu dini tanpa memastikan keberadaannya. Laporan media lokal menyebut Bu bahkan diduga mengatakan kepada pacar Jang bahwa ia telah berbicara dengan perempuan tersebut melalui telepon dan Jang tidak ingin berbicara dengan pacarnya.
Pada Senin, jenazah Jang akhirnya ditemukan di sebuah perkebunan pohon palem, sekitar 500 meter dari tempat ia tinggal. Ia diyakini meninggal karena bunuh diri.
Kasus lainnya melibatkan seorang pria berusia 60-an dari Kota Jeju yang ditemukan tewas pada Sabtu. Pria tersebut dilaporkan hilang pada 28 Juni. Bu diduga menutup laporan tersebut dan memberi tahu keluarganya bahwa pria itu telah ditemukan dalam kondisi “aman”, tetapi tidak ingin mengungkapkan keberadaannya kepada keluarga.
Putra pria tersebut mengaku keluarganya percaya pada keterangan polisi dan menunggu kabar kepulangan sang ayah.
“Kami percaya kepada polisi ketika mereka mengatakan ayah saya aman dan menunggu, tetapi setelah 51 hari, yang kembali justru jenazahnya,” katanya kepada wartawan.
Belum diketahui apakah Bu juga terlibat dalam penanganan dua kasus orang hilang lainnya yang jasadnya ditemukan di desa-desa pesisir dalam beberapa hari terakhir.

Namun, kepolisian kini memperluas pemeriksaan. Seluruh laporan orang hilang yang pernah ditangani Bu, yang jumlahnya hampir 300 kasus, sedang ditinjau untuk mengetahui apakah terdapat kasus lain yang ditangani secara tidak semestinya.
Empat polisi yang berada dalam rantai komando Bu juga telah dinonaktifkan sementara dari tugas administratif. Sementara itu, pada Selasa, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung memerintahkan reformasi besar-besaran terhadap kepolisian.
Rangkaian kasus tersebut menambah sorotan terhadap kepolisian di Jeju, pulau yang dikenal sebagai salah satu tujuan wisata paling populer di Korea Selatan. Dengan deretan pohon palem dan perairan yang jernih, Jeju menerima lebih dari 13 juta wisatawan domestik dan mancanegara sepanjang tahun lalu.
Kejadian ini juga berlangsung di tengah kondisi di mana kejahatan kekerasan relatif jarang terjadi di Korea Selatan, sementara tingkat bunuh diri di negara tersebut termasuk yang tertinggi di dunia.