TKI Asal Dampit Malang Meninggal Dunia di Hokkaido Jepang, Disnaker Tunggu Pemulangan Jenazah
Eko Darmoko August 26, 2026 05:45 PM

SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - Erik Prawiro (32), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Dusun Crabaan, Desa Sumbersuko, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang meninggal dunia di Hokkaido, Jepang.

Saat ini, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang masih menunggu informasi resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo terkait pemulangan jenazah.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Malang, Tri Darmawan mengatakan, pihaknya baru menerima informasi kematian pada Senin (24/8/2026) malam.

Sementara, Erik diketahui ditemukan meninggal dunia di kamarnya pada Kamis (20/8/2026).

"Awalnya saya mendapat informasi rekan Disnaker Kota Malang bahwa ada warga Kabupaten Malang meninggal di Hokkaido."

"Selanjutnya saya mencari informasi dan berkoordinasi dengan teman-teman TKI dari Ngantang," kata Tri kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (26/8/2026).

Baca juga: Remaja Asal Kota Malang Tewas Tertemper KA Malabar di Pakisaji, Korban Mengidap Gangguan Kejiwaan

Tri melanjutkan, berdasarkan keterangan dari rekan Erik di Tokyo, awalnya korban sempat rekreasi ke pantai pada Minggu (16/8/2026).

Kemudian, pada Rabu (19/8/2026) diketahui Erik tidak masuk kerja.

Perusahaan menanyakan keberadaan Erik yang tidak masuk kerja.

Ketika dihubungi pun tidak ada respons sama sekali.

Keesokan harinya, rekannya berinisiatif untuk datang ke rumah korban.

"Teman-temannya ini di rumah Erik, lalu didobrak pintunya dan ternyata Erik sudah meninggal dunia di kamar," jelasnya.

Selanjutnya, kejadian ini dilaporkan ke pihak keluarga dan lembaga pelatihan kerja (LPK) tempat almarhum belajar bahasa Jepang.

Selain itu, juga dilaporkan ke kepolisian Tokyo dan KBRI.

Berdasarkan informasi yang ia dapat hari ini dari rekan almarhum, bahwa jenazah sudah diautopsi.

Saat ini, jenazah berada di Tokyo untuk menunggu proses pemulangan.

"Sekarang Disnaker masih menunggu informasi resmi dari KBRI Tokyo terkait pemulangan jenazah ke Dampit," sambungnya.

Tri berharap, jenazah bisa cepat dipulangkan ke rumah.

Kemudian, ia juga telah berkoordinasi dengan perangkat desa agar berkomunikasi dengan pihak keluarga.

"Kami mengimbau kepada keluarga jangan sampai kena calo jenazah."

"Pihak keluarga mohon bersabar nanti dari KBRI akan info ke kami dan kami sampaikan ke perangkat desa," tuturnya.

Dari informasi sementara, diduga korban mengidap penyakit jantung.

Bahkan saat berlibur ke pantai pada 16 Agustus 2026 lalu, Erik sempat mengeluh sakit dan tidak enak badan.

Namun, pihaknya masih menunggu dokumen resmi dari KBRI.

Baca juga: Jasa Yasa dan Bank Artha Kanjuruhan Disuntik APBD Rp 7,5 Miliar, Kondisinya Sakit-sakitan

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.