Respons Dampak El Nino, Nabire Bentuk Satgas dan Posko Terpadu Penanganan Bencana
Marius Frisson Yewun August 26, 2026 06:14 PM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - Pemerintah Kabupaten Nabire, Papua Tengah, resmi menetapkan status tanggap darurat guna merespons dampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino, dan fenomena kabut asap yang melanda wilayah ibu kota Papua Tengah selama lebih dari dua bulan terakhir.

Langkah ini diambil sebagai bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam menangani dampak-dampak yang terjadi seperti potensi Ispa akibat kabut asap, maupun krisis air bersih dan potensi kegagalan sektor pertanian.

Bupati Nabire, Mesak Magai mengatakan, Pemkab Nabire tidak akan tinggal diam dan siap mengerahkan seluruh sumber daya daerah untuk menanggulangi situasi alam ini.

Baca juga: Astra Motor Papua Hadirkan Layanan Servis dan Promo PCX160 di BBPOM Jayapura

Sebagai bagian dari penanganan terpadu, Pemkab Nabire secara resmi telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus serta mendirikan Posko Terpadu Penanggulangan El Nino.

Posko utama penanganan krisis ini ditempatkan di Aula Dinas Pekerjaan Umum (PU) Nabire, Jalan Merdeka.

​Politisi PDI Perjuangan itu menjelaskan, posko tersebut akan beroperasi penuh sebagai pusat kendali dan informasi terkait perkembangan dampak kemarau.

Posko ini dirancang untuk mempermudah pemetaan serta distribusi bantuan ke titik-titik lokasi yang terdampak paling parah.

Baca juga: Astra Motor Papua Bagikan 10.000 Masker kepada Warga Nabire

“Jadi nanti seluruh kepala distrik akan menyampaikan data dan laporan berkala mengenai situasi di wilayah masing-masing secara real time, agar kami dengan mudah memproteksi serta mendistribusikan penanganan langsung ke daerah yang mengalami krisis terberat," kata Mesak usai rapat koordinasi di Aula Kantor Inspektorat Nabire, Jalan Merdeka, Distrik Nabire, Rabu, (26/8/2026).

Selain penanganan pasokan air dan sektor pertanian, Pemkab Nabire memberikan perhatian khusus terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Seiring meningkatnya paparan kabut asap di sejumlah titik wilayah Nabire, bupati imbau warga untuk tidak melakukan pembakaran lahan atau hutan dengan alasan apa pun, serta tidak membuang puntung rokok secara sembarangan yang dapat memicu titik api baru.

​Sementara untuk meminimalisasi risiko gangguan kesehatan pada kelompok rentan, orang nomor satu di Nabire tersebut secara khusus mengimbau para siswa dan anak-anak sekolah untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Baca juga: Apparel Resmi Honda Vario Evo 160 Sudah Dapat Dibeli Langsung di Dealer

"Saya berharap, langkah antisipasi ini dapat melindungi anak-anak dari abu dan asap yang mulai mencemari kualitas udara di Kabupaten Nabire," ujarnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.