Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Boyolali Jawa Tengah menyiapkan sekitar 10 peserta untuk mengikuti Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur.
Ketua Tanfidziyah PCNU Boyolali, KH Iqbal Muyanto, mengatakan peserta yang berangkat berasal dari unsur Rais dan Tanfidziyah.
Mereka akan mewakili PCNU Boyolali dalam agenda besar organisasi tersebut.
"Yang berangkat Rais, Tanfidz. Kita gerakkan ini se-Kabupaten. Sekitar 10 peserta," ujarnya, Rabu (26/8/2026).
KH Iqbal menjelaskan tidak seluruh peserta memiliki hak suara dalam proses pemilihan kepengurusan pada Muktamar NU.
Hak suara berada pada unsur Rais dan Tanfidziyah sesuai mekanisme yang berlaku.
"Yang punya hak suara ya Rais dan Tanfidz," katanya.
Menurutnya, mekanisme pemilihan Rais dan Tanfidziyah memiliki proses yang berbeda.
Pemilihan Rais berkaitan dengan forum Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
Sementara itu, pemilihan Ketua Tanfidziyah berlangsung melalui mekanisme pemilihan Tanfidziyah.
"Itu pun beda-beda. Kalau Rais nanti di AHWA-nya, kalau jadi ketuanya itu nanti milih dewe. Neng akan kita olah. Kalau Tanfidz ya dipilih Tanfidz," jelasnya.
Baca juga: Nahdlatul Ulama Diyakini Punya Peran Besar Dorong Indonesia Jadi Negara Maju
Terkait dukungan PCNU Boyolali terhadap calon yang akan maju dalam Muktamar NU, KH Iqbal mengatakan pihaknya masih melihat perkembangan dinamika yang berlangsung.
Sejumlah nama calon mulai bermunculan.
Namun, proses untuk menentukan arah dukungan PCNU Boyolali masih cukup panjang.
"Dukungan PCNU untuk muktamar sukses, teman-teman. Mungkin kan ini calon-calon kita muncul, barangkali sudah mengerucut ke sosok," ujarnya.
Meski demikian, KH Iqbal belum menyebut secara terbuka sosok yang akan mendapatkan dukungan PCNU Boyolali.
"Dan prosesnya masih panjang," pungkasnya.
(*)