SRIPOKU.COM - Jelang demo besok, 27 Agustus 2026 besok di depan Gedung DPR RI, Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok mengungkap isi hatinya.
Botok mengurai penjelasan soal uang donasi hingga rekeningnya yang dibekukan di depan awak media.
Setelah rekeningnya dengan saldo donasi Rp80,9 juta terblokir, Botok mendapatkan rezeki berlimpah dari sumber tak diduga.
Dalam video viral beberapa waktu lalu, Botok terlihat diberikan uang segepok oleh seorang wanita yang mengaku warga Pati.
Tak cuma uang segepok, Botok juga dapat banyak bantuan berupa makanan dan minuman untuk peserta demo besok.
Baca juga: Nasib Botok yang Hari Ini Dipanggil Polisi, Aliran Dana Demo AMPB di Jakarta Kini Ditelusuri OJK
Kabarnya sudah ada lebih dari 100 dus air mineral hasil pemberian dari masyarakat untuk AMPB.
Atas melimpahnya donasi dari masyarakat, Botok mengurai ucapan syukur.
"Ini kan bukti dukungan masyarakat kepada aspirasi hukuman mati koruptor dan segera disahkan RUU Perampasan Aset koruptor," kata Botok, dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube Kompas.com, Rabu (26/8/2026).
Kendati dapat banyak donasi secara tunai dari warga, Botok tak menggunakannya untuk pribadi.
Hal itu terbukti dari Botok dan warga Pati lainnya yang tidur menumpang di rumah mantan presiden RI.
Ternyata setelah rekeningnya tak bisa digunakan, Botok dapat tumpangan untuk beristirahat dan tidur di rumah keluarga mendiang Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.
"Tidur kemarin kita istirahat di rumahnya keluarga Gus Dur di Ciganjur," akui Botok.
Namun untuk malam ini dan besok, Botok serta warga Pati lainnya tak lagi menginap di rumah keluarga Gus Dur.
"Terus karena pagi tadi keluarga Gus Dur ada perjalanan ke Jombang menghadiri Muktamar NU, akhirnya kita enggak enak, akhirnya kita nanti cari tempat yang lain," imbuh Botok.
Untuk demo esok hari, Botok menegaskan aksi dari AMPB tidak ditunggangi kepentingan politik dari manapun.
"Gerakan Aliansi Pati Bersatu tidak ada tunggangan, kita dibekingin geng solo, kita dibekingin geng penguasa, enggak ya. Kita enggak kenal geng solo, kita enggak kenal penguasa, kini murni gerakan rakyat biasa yang berasal dari kampung," ujar Botok.
Adapun latar belakang terwujudnya aksi tanggal 27 Agustus besok adalah karena sebelumnya sempat ada demo di Pati.
"Kemarin tanggal 13 Agustus kita juga demo di DPRD Kabupaten Pati, kita menuntut DPRD untuk menggelar sidang paripurna untuk mengusulkan segera disahkan RUU Perampasan Aset. Kita sudah menyandera beberapa anggota DPRD, (katanya) kewenangan untuk mengesahkan itu pusat," pungkas Botok.
Namun karena ada undangan dari Ketua DPR RI Puan Maharani terkait dengan RUU Perampasan Aset, Botok memutuskan menginisiasi warga Pati untuk ke Jakarta agar bisa menyampaikan langsung aspirasinya.
"Kita ke sini memenuhi undangan Puan Maharani. Kemarin Puan Maharani di medsos menyampaikan pengesahan RUU Perampasan Aset koruptor itu menunggu masukan masyarakat. Jadi tanggal 27 Agustus masyarakat Indonesia datang ke DPR RI untuk memberi masukan kepada Puan agar segera disahkan RUU tersebut," sambungnya.
Terakhir, Botok mengungkap penegasan terkait dengan dua tuntutan yang dibawa AMPB.
Yakni mendesak DPR RI mengesahkan RUU Perampasan Aset dan juga koruptor dihukum mati.
"Kita fokus kepada dua tuntutan itu. Tidak ada pelengseran Prabowo-Gibran, tidak ada. Kita mendukung pemerintahan Prabowo agar lebih baik. Kalau misalnya ada, itu bukan dari AMPB," tegas Botok.