Kemarau Bikin Puluhan Hektare Sawah di Musi Rawas Mangkrak, Petani Minta Air Danau Aur Dialirkan
Slamet Teguh August 26, 2026 06:32 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSI RAWAS - Dampak kemarau panjang mulai dirasakan sejumlah petani padi di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Salah satunya terjadi di Desa Sumber Asri, Kecamatan Sumber Harta.

Di desa tersebut, puluhan hektare lahan persawahan produktif milik petani terlihat mangkrak dan terbengkalai setelah dilanda kemarau panjang.

Selama musim kemarau, para petani tidak lagi menggarap sawah karena kekurangan air. Kondisi tersebut membuat lahan yang selama ini menjadi sumber penghasilan mereka terpaksa dibiarkan.

Padahal, di Desa Sumber Asri terdapat saluran irigasi yang sumber airnya berasal dari Danau Aur. Namun, keberadaan irigasi tersebut belum memberikan manfaat maksimal bagi petani, terutama saat musim kemarau.

"Malas mau ke sawah, karena sawahnya kering akibat kemarau ini," kata Juki, salah seorang petani setempat kepada Sripoku.com, Rabu (26/8/2026).

Menurut Juki, sawah miliknya selama ini rutin ditanami padi dan menghasilkan panen yang cukup baik. Namun, akibat kemarau panjang, lahan tersebut kini tidak bisa diolah.

"Biasanya ditanami padi terus, tapi selama kemarau ini dibiarkan, jadi terlihat mangkrak," ungkapnya.

Juki mengatakan, sebenarnya terdapat saluran irigasi yang airnya bersumber langsung dari Danau Aur. Namun, menurutnya, irigasi tersebut belum bisa membantu petani karena pasokan air tidak mengalir secara maksimal.

"Irigasinya bagus, tapi airnya tidak ada. Walaupun irigasi itu airnya langsung dari Danau Aur, tapi pintu airnya jarang dibuka," jelasnya.

Hal serupa disampaikan Arman, petani lainnya. Ia mengaku hanya bisa membiarkan lahan persawahannya selama musim kemarau karena tidak memiliki sumber air yang cukup.

"Mau diapakan? Mau ditanami padi juga tidak bisa, mau ditanami sayur juga pasti tidak tumbuh karena tidak ada sumber airnya," ucap Arman.

Baca juga: Manusia Disebut Jadi Faktor Utama Karhutla, Diperparah Adanya El Nino dan Kemarau Kering

Menurutnya, keberadaan Danau Aur yang memiliki sumber air cukup melimpah seharusnya dapat memberikan manfaat lebih bagi masyarakat sekitar, khususnya para petani saat musim kemarau.

"Irigasi ini kan langsung ke Danau Aur. Di sana air berlimpah, harusnya keberadaan Danau Aur ini bisa memberikan manfaat lebih bagi masyarakat, khususnya di musim kemarau seperti ini," ungkapnya.

Untuk itu, Arman bersama petani lainnya berharap pemanfaatan sumber air dari Danau Aur dapat lebih dioptimalkan sehingga membantu petani mempertahankan aktivitas pertanian saat musim kemarau.

"Harapan kami, pintu irigasi di Danau Aur itu bisa sesekali dibuka agar petani padi bisa tetap menanam padi, walaupun di musim kemarau seperti saat ini," tutupnya.
 
 
 
 

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.