TRIBUNJAKARTA.COM - Rombongan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang hendak menuju Jakarta mengikuti aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026) tertaha.
Dilaporkan Kompas.com, empat bus yang membawa sekitar 200 warga Pati diduga dicegat polisi.
Informasi mengenai dugaan pencegatan itu disampaikan Koordinator AMPB, Teguh Istianto, di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2026).
Teguh mengaku mendapat informasi tersebut dari video yang dikirim peserta rombongan.
Menurutnya, empat bus tersebut baru meninggalkan Kabupaten Pati ketika diduga dihentikan aparat sebelum memasuki jalan tol.
Teguh mengatakan keberangkatan rombongan tersebut merupakan bagian dari rencana AMPB mengikuti aksi di Jakarta.
Empat bus yang berangkat disebut membawa sekitar 200 warga Pati.
"Enggak tahu ini (posisi persisnya), ini barusan dikirim video, empat bus. Empat bus dari AMPB dari Pati disekat. Isinya 200 orang (50 kali 4)," ujar Teguh kepada wartawan di depan Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2026).
Ia menyebut rombongan tersebut berangkat dari Pati sekitar pukul 13.30 WIB.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, bus baru keluar dari wilayah Kabupaten Pati ketika dugaan pencegatan terjadi.
"Barusan saja. Ini baru keluar dari Pati. Jam setengah dua. Pati ke jalan tol itu butuh waktu satu setengah jam. Berarti mungkin baru keluar dari Pati," katanya.
Teguh kemudian menerima rekaman video yang memperlihatkan empat bus tersebut disebut berada dalam penyekatan sejumlah polisi.
Teguh menyayangkan dugaan tindakan tersebut. Ia menilai pencegatan terhadap rombongan warga yang hendak menyampaikan aspirasi merupakan bentuk penghalangan terhadap kebebasan berpendapat.
Bahkan, ia mengaitkan kejadian tersebut dengan tuntutan AMPB mengenai percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset.
"Ini jelas, Dewan Perwakilan Rakyat kita takut kepada rakyat ketika rakyat Indonesia bersatu untuk mendesak RUU Perampasan Aset tindak pidana agar dimiskinkan koruptor," kata Teguh kepada wartawan di depan Gedung DPR RI, Rabu.
Ia juga mempertanyakan alasan rombongan warga Pati diduga disekat ketika hendak menuju Jakarta.
"Ini bagaimana ini? Masa rakyat mau ke Jakarta menemui kok disekat. Apakah mereka takut sama kami? AMPB. Ini baru keluar dari Pati ini tadi (langsung dicegat)," sambungnya.
Teguh menegaskan keberangkatan empat bus tersebut bukan untuk membuat kericuhan di kawasan Gedung DPR RI.
Menurutnya, rombongan justru hendak merespons undangan terbuka dari Ketua DPR RI Puan Maharani untuk menyampaikan masukan terkait RUU Perampasan Aset.
Ia memastikan massa AMPB akan datang dengan tujuan menyampaikan aspirasi.
"Dan kami masyarakat Pati dan juga masyarakat Indonesia pengin memberikan masukan. Tetapi kok ini kok disekat ini lho. Kami datang ke Jakarta itu tidak mau membuat rusuh, tidak, tapi kami mau ketemu sama DPR untuk bisa segera mensahkan undang-undang perampasan aset dan undang-undang untuk hukuman mati koruptor," ujarnya.
Meski rombongan dari Pati disebut masih tertahan, Teguh memastikan massa AMPB yang sudah berada di Jakarta tetap akan mengikuti aksi di depan Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026).
Hingga saat ini, informasi mengenai dugaan penyekatan terhadap empat bus tersebut masih berdasarkan keterangan AMPB dan rekaman video yang diterima Teguh
Baca juga: Bukan Hanya dari Pati, Massa dari Jatim Sudah Tiba di DPR RI Siap Dukung Perjuangan Botok Cs
Baca juga: Katababa Muncul di Posko Demo Warga Pati di DPR: Beri Kaos hingga Lempar Pantun Sindiran
Baca juga: Operasi Rabu Tertib di Menteng: 14 PPKS Terjaring, Kolong Jembatan Dipenuhi Barang Bekas