BREAKING NEWS: Aksi Mahasiswa Semarang Sempat Dihadang Kepolisian, Dilarang Demonstrasi di Tugu Muda
rival al manaf August 26, 2026 07:11 PM

 

 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Aksi demonstrasi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Semarang Raya (BEM Sera) dihadang oleh aparat kepolisian saat hendak melakukan longmarch menuju ke Tugu Muda Kota Semarang, Rabu (26/8/2026).

Mahasiswa dihadang oleh "pagar hidup" berupa polisi wanita (Polwan), persisnya di depan Gedung Juang 45, Jalan Pemuda, hanya selemparan batu dari Balai kota Pemerintah Kota Semarang.

Aksi itu dibalas dengan mahasiswa dengan membentuk barisan serupa berupa para mahasiswi yang juga membentuk pagar hidup.

Negosiator mahasiswa dari Unnes Semarang, Septia Linasari mengatakan, mahasiswa sudah memberikan surat izin aksi kepada kepolisian. Massa yang hadir juga tidak sampai angka ribuan, hanya ratusan mahasiswa.

Baca juga: KKN 129 UIN Saizu Aktifkan Kembali Bank Sampah di Desa Karangbenda Pangandaran

Baca juga: Jelang Demo Mahasiswa di Semarang, 1.600 Polisi Disiagakan, 3 Titik Jadi Fokus Pengamanan

"Kami tidak ada 1.000 orang, tidak akan membuat kemacetan jalan," ujarnya dalam negosiasi dengan kepolisian.

Sejumlah ketua BEM perwakilan universitas juga turut menyakinkan para polisi, tetapi para negosiator dari kepolisian mengabaikan permintaan para mahasiswa.

Akhirnya, negosiasi itu berujung buntu hingga pukul 16.40 WIB, Ratusan mahasiswa tersebut masih tertahan.

Sementara kepolisian terus berusaha menghadang mahasiswa dengan tiga lapis pasukan barikade.

Lapisan pertama dari para polwan, barusan kedua berupa personel Sabhara berpakaian anti huru hara.

Lapisan ketiga berupa barisan polisi mengendarai sepeda motor dan mobil water cannon atau meriam air.

Dari barisan negosiator polisi mengungkap, para mahasiswa dipersilahkan melakukan orasi tetapi cukup di jalan pahlawan.

"Tugu muda jalur lalu lintas masyarakat, nanti adanya ratusan mahasiswa akan menganggu aktivitas pengguna jalan," ungkap seorang negosiator.

Sementara teriakan mahasiswa masih terus menggema di jalan tersebut. "Buka, buka, buka jalannya, buka jalannya sekarang juga." teriak para mahasiswa.

Para mahasiswa melakukan aksi demonstrasi tersebut untuk menyantap Panca Tuntutan Rakyat meliputi turunkan harga pokok dan BBM, kembalikan TNI dan Polri ke fungsi utama, evaluasi total MBG dan hentikan program KDKMP, kembalikan kepemilikan tanah ke rakyat dan revitalisasi segera wilayah terdampak bencana dan hentikan praktik KKN di lingkungan pemerintah. (Iwn)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.