TRIBUN-BALI.COM, BULELENG – Seorang perempuan berinisial MM (31) sempat membuat warga dan pengguna jalan di kawasan Gempol, Buleleng, Bali, geger setelah mengejar sejumlah kendaraan yang melintas di jalan raya, Selasa 25 Agustus 2026.
MM bahkan sempat mengejar mobil patroli polisi yang kebetulan melintas di lokasi. Perempuan tersebut kemudian diamankan secara humanis oleh Tim Lagas Satgaslinmas Satpol PP Buleleng bersama kepolisian dan Dinas Sosial P3A Buleleng.
Setelah diamankan, MM dibawa ke RSUD Buleleng untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan penanganan lebih lanjut.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 Wita.
Saat itu, MM sedang menunggu kendaraan travel yang akan membawanya pulang ke daerah asalnya di Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Namun, saat menunggu jemputan, kondisi MM terlihat tidak tenang. Ia tiba-tiba mengejar kendaraan yang melintas di jalan raya, termasuk mobil patroli polisi.
Baca juga: Kronologi Truk Colt Diesel Tabrak Pohon di Jembrana Bali, Sopir Luka dan Kendaraan Masuk Got
Kepala Satpol PP Buleleng, Komang Kappa Tri Aryandono, mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai seorang perempuan yang mengalami perubahan perilaku dan membutuhkan penanganan.
Kappa menjelaskan, MM diketahui bekerja sebagai babysitter yang disalurkan melalui sebuah yayasan jasa penyalur tenaga kerja rumahan di Surabaya.
Selama sekitar empat bulan, MM bekerja di salah satu rumah di kawasan perumahan LC, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng.
Selama bekerja, kondisi dan interaksi MM dengan majikannya disebut berjalan normal.
Namun, perubahan perilaku mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir sebelum kejadian.
"Menurut keterangan majikannya, selama empat bulan kondisi dan interaksi MM berjalan normal. Namun sejak tiga hingga empat hari belakangan timbul perubahan perilaku yang signifikan," ujarnya dikonfirmasi Rabu 26 Agustus 2026.
Majikan kemudian sempat mengajak MM berdiskusi mengenai perubahan perilakunya.
Saat itu, perempuan berusia 31 tahun tersebut mengaku ingin segera pulang ke kampung halaman.
MM juga mengaku merasa diganggu oleh sosok hitam tinggi yang disebutnya muncul dalam penglihatannya.
Perubahan perilakunya kemudian semakin terlihat.
MM sempat berlari ketakutan ke dalam kamar, menunjukkan tatapan kosong, hingga menghampiri majikannya karena merasa dipanggil meski tidak ada orang yang memanggil.
Melihat kondisi tersebut, majikan akhirnya memutuskan memulangkan MM ke Rote, NTT.
Sebuah armada travel dipesan dan MM diantar menuju titik penjemputan di kawasan Gempol.
Sekitar pukul 13.00 Wita, MM tiba di lokasi penjemputan.
Namun, saat menunggu kendaraan travel, kondisi perempuan tersebut justru semakin tidak tenang.
Ia bahkan berulang kali mengejar kendaraan yang melintas di jalan raya.
Ketika sebuah mobil patroli kepolisian melintas, MM juga ikut mengejarnya hingga akhirnya diarahkan menuju kawasan ruko.
Di lokasi tersebut, MM terus menempel kepada petugas kepolisian dan tidak mau melepaskan diri.
"Yang bersangkutan kemudian dibawa ke Polsek Kota (Singaraja) untuk menjaga keamanan dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, sambil menunggu kedatangan mobil travel," katanya.
Armada travel kemudian tiba sekitar pukul 17.00 Wita.
Namun, MM justru meminta untuk dibawa ke kawasan Gereja Santo Paulus.
Perempuan tersebut kemudian kembali melarikan diri dengan berjalan kaki seorang diri.
"Pihak majikan selanjutnya meminta pengelola travel berkoordinasi dengan yayasan yang menyalurkan MM sebagai babysitter. Sementara majikannya bergerak ke kawasan Santo Paulus untuk memantau keberadaan MM," ucapnya.
Setelah menerima informasi tersebut, Tim Lagas Satgaslinmas Satpol PP Buleleng berkoordinasi dengan kepolisian dan Dinas Sosial P3A Buleleng untuk melakukan penanganan.
Petugas mengedepankan pendekatan humanis agar MM dapat diamankan tanpa membahayakan dirinya maupun orang lain.
MM akhirnya berhasil diamankan dan dibawa ke RSUD Buleleng untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
"Dalam proses penanganan, MM sempat melakukan perlawanan saat akan diberikan obat penenang. Petugas kemudian memberikan pendampingan pengamanan selama proses pelayanan kesehatan berlangsung," imbuhnya.
Kappa mengatakan, penanganan MM dilakukan melalui koordinasi lintas instansi.
Langkah tersebut diperlukan agar perempuan tersebut mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan kondisinya.
Dinas Sosial P3A Buleleng turut dilibatkan sebagai fasilitator dalam pelayanan sosial serta pemulihan kondisi psikologis.
Penanganan lintas sektor ini diharapkan dapat memastikan MM memperoleh bantuan dan pendampingan yang tepat, sekaligus mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama proses pemulihan.
(*)