Listrik Anambas Padam Bergilir 26-27 Agustus 2026, PLN Rilis Jadwal dan Lokasi Terdampak
Dewi Haryati August 26, 2026 07:43 PM

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - PT PLN (Persero) ULP Anambas menerapkan pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Pulau Siantan. Kebijakan tersebut dilakukan karena adanya defisit mesin pembangkit dipicu oleh satu unit mesin pembangkit rusak. 

Informasi pemadaman listrik di Anambas ini tercantum dalam pengumuman PLN ULP Anambas untuk periode 26-27 Agustus 2026.  

Pemadaman dilakukan secara bergantian berdasarkan kelompok wilayah yang telah ditentukan. 

Dalam pengumuman tersebut, PLN Anambas membagi wilayah terdampak menjadi dua kelompok, yakni kelompok A dan kelompok B. Masing-masing kelompok mendapatkan giliran pemadaman pada waktu yang berbeda. 

Pada Rabu (26/8/2026), kelompok A mendapatkan pemadaman pada pukul 00.00-05.00 WIB.

Setelah itu, aliran listrik untuk kelompok A kembali menyala dan giliran kelompok B mengalami pemadaman pada pukul 05.00-10.00 WIB. 

Selanjutnya, pada pukul 10.00-15.00 WIB, pemadaman kembali diberlakukan untuk kelompok B. Sementara kelompok A mendapatkan giliran pemadaman pada pukul 15.00-20.00 WIB. 

Memasuki pukul 20.00-00.00 WIB, pemadaman kembali diberlakukan untuk kelompok B. Dengan demikian, jadwal pada 26 Agustus membuat pemadaman berlangsung bergantian antara kelompok A dan B sepanjang hari. 

Sementara pada Kamis (27/8/2026), pola pemadaman berubah. Kelompok A mendapatkan giliran pada pukul 00.00-05.00 WIB, kemudian kelompok B pada pukul 05.00-10.00 WIB. 

Pada pukul 10.00-15.00 WIB, kelompok A kembali mendapatkan giliran pemadaman. Setelah itu, kelompok B dipadamkan pada pukul 15.00-20.00 WIB. 

Kemudian pada pukul 20.00-00.00 WIB, kelompok A kembali mendapatkan giliran pemadaman.  

Jadwal tersebut menunjukkan adanya pergantian kelompok setiap beberapa jam untuk menyesuaikan kondisi sistem kelistrikan. 

Adapun wilayah yang masuk kelompok A cukup luas. Di antaranya Tanjung Momong, RSUD Tarempa, Masjid Agung, Tompak Tiga, Jalan Selayang Pandang, DPRD, Lapangan Bola, Polsek Siantan di Jalan Raden Saleh, Jalan Hang Tuah, Kampung Baru, Jalan Kartini, Jalan Patimura, Jalan Diponegoro.

Kemudian Pelabuhan, Teluk Rit, Air Padang, Tolam, Teluk Buluh, Antang, Lapangan Bola Balau Kuning, Teluk Buluh, Antang, Lapangan Bola Balau Kuning, Teluk Buluh, Antang, Lapangan Bola Balau Kuning, serta sejumlah kawasan lainnya. 

Dalam daftar tersebut juga tercantum beberapa wilayah permukiman dan desa, seperti Kijang, Nuri, Pasir Peti, Kantor Bupati, Polres, Kejaksaan, Dusun Selemba, Temburun, Kemseŋg, sebagian Rintis, Perkim, Gunung Meranti, Air Bini, serta desa dan wilayah sekitarnya. 

Sementara kelompok B meliputi Sri Tanjung, Tanjung Lambai, Batu Berampit, Jalan Ahmad Yani, Puskesmas Tarempa, Gedung BPMS, Siantano, BPJS Kesehatan, Kampung Melayu, Simpang Tiga, Rekam, Terap, Karang Tigar, Batu Tambun, sebagian Rintis, Batu Tambun (Puskesmas Lama), Batu Tambun (DLH), Gudang Tengah, Arung Hijau, Tiangau dan wilayah sekitarnya. 

PLN menyampaikan bahwa waktu pemadaman tersebut masih dapat berubah.

Perubahan jadwal dapat terjadi apabila kondisi di lapangan tidak memungkinkan pelaksanaan pemadaman sesuai jadwal yang telah diumumkan. 

Kebijakan pemadaman bergilir ini dilakukan PLN sebagai upaya menyesuaikan pasokan listrik dengan kemampuan mesin pembangkit yang tersedia.  

Kondisi defisit mesin pembangkit menyebabkan PLN harus mengatur distribusi listrik agar pelayanan tetap dapat dilakukan secara bergantian. 

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk memperhatikan jadwal tersebut dan mempersiapkan kebutuhan selama listrik padam.  

Warga juga diminta memastikan perangkat elektronik yang sensitif terhadap perubahan tegangan dalam kondisi aman. 

Selain itu, PLN mengingatkan masyarakat mengenai keselamatan ketenagalistrikan.

Warga diminta tidak mendirikan bangunan, tiang antena, maupun baliho yang berdekatan dengan jaringan listrik, dengan jarak aman minimal tiga meter dari jaringan listrik. 

PLN juga mengimbau masyarakat agar tidak bermain layang-layang di bawah atau dekat jaringan listrik.  

Penebangan pohon maupun aktivitas lain yang berada di sekitar jaringan listrik juga diminta dikoordinasikan terlebih dahulu dengan petugas PLN.

Perlu diketahui, sehari sebelumnya yakni pada Selasa (25/8/2026) malam, Kantor PLN Anambas didatangi ratusan warga Desa Air Bini. 

Kedatangan warga itu untuk menyampaikan protes terkait kondisi kelistrikan yang terjadi di wilayah mereka. 

Massa mempersoalkan pemadaman listrik yang dinilai terlalu sering terjadi dan merugikan masyarakat.  

Warga meminta PLN menerapkan pola pemadaman secara adil agar beban pemadaman tidak dirasakan secara berlebihan oleh wilayah tertentu. 

Keluhan warga semakin memuncak karena pada Selasa itu, wilayah Desa Air Bini dan sekitarnya disebut mengalami pemadaman listrik hingga lima kali dalam satu hari. 

Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu.

Warga juga membandingkan kondisi itu dengan wilayah lain yang dinilai tidak mengalami pemadaman dengan frekuensi sebanyak yang mereka rasakan. (TRIBUNBATAM.id/Ihsan Imaduddin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.