Muktamar ke-35 NU, PWNU Kepri Ingin Kepengurusan Lebih Revolusioner
Dewi Haryati August 26, 2026 07:43 PM

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kepulauan Riau berharap Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) membawa perubahan dalam penataan organisasi.

Sekretaris PWNU Kepri, Muhammad Kamaluddin, mengatakan pihaknya menginginkan kepengurusan NU mendatang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

"Kita ingin kepengurusan yang revolusioner untuk melakukan perubahan-perubahan di struktural NU," ujar Kamaluddin, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, pembaruan dibutuhkan melihat besarnya jaringan organisasi NU hingga tingkat daerah dan luar negeri.

Kamaluddin menyebut NU memiliki sekitar 580 kepengurusan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta lebih dari 40 cabang istimewa di berbagai negara.

Karena itu, ia berharap penataan organisasi ke depan dapat dilakukan secara lebih baik dan mengikuti perkembangan yang terjadi di masyarakat.

"Harapan kami dengan proses Muktamar NU ini, kita berharap ke depan jam'iyah organisasi Nahdlatul Ulama semakin menunjukkan penataan organisasi yang bagus," katanya.

Selain pembenahan struktur, Kamaluddin berharap kepengurusan mendatang dapat memperkuat pemberdayaan warga NU.

Menurutnya, NU tidak hanya membutuhkan struktur organisasi yang kuat, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat langsung bagi jamaah.

"Dan juga kita ingin, kita berharap agar ada pemberdayaan jemaah atau anggota, karena NU didirikan untuk memberdayakan umat, agar umat ini lebih maju, agar umat ini lebih berkembang," katanya.

Harapan tersebut akan dibawa dalam Muktamar ke-35 NU yang salah satu agendanya memilih Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2032.

Sejumlah nama telah masuk dalam bursa calon Ketua Umum PBNU, di antaranya Yahya Cholil Staquf, Zulfa Mustofa, Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, Gus Salam Shohib, Gus Yusuf, Gus Rozin, Marzuki Mustamar, dan Menteri Agama Nasaruddin Umar.

PWNU Kepri hingga kini belum menentukan kandidat yang akan didukung.

Kamaluddin mengatakan seluruh kandidat masih memiliki kesempatan menyampaikan visi dan misi kepada pengurus NU di Kepri.

Untuk pemilihan Ketua Umum PBNU, peserta dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) akan memberikan suara secara langsung dengan mekanisme one man one vote.

Sementara Rais Aam PBNU dipilih melalui sembilan ulama yang tergabung dalam Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Muktamar ke-35 NU akan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Melalui forum tersebut, Kamaluddin berharap lahir kepengurusan yang mampu menata organisasi sekaligus memberdayakan warga NU agar semakin maju. (Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.