Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti
POS-KUPANG.COM, BA'A - Program Gerakan Rote Mengajar tahun 2026 berhasil memobilisasi 205 relawan untuk menembus 34 sekolah dan menjangkau lebih dari 2.500 anak di Kabupaten Rote Ndao.
Gerakan pendidikan ini resmi ditutup pada malam puncak di Lapangan Christian Nehemia Dillak, Kota Ba'a, Selasa (25/8).
Penutupan ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan secara langsung oleh Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, kepada ratusan relawan yang terdiri atas 133 relawan luar daerah dan 72 relawan lokal.
Melalui skema kelas inspirasi, para relawan membagikan pengalaman profesi, rekam jejak karier, hingga dorongan motivasi guna membakar semangat belajar generasi muda di daerah 3T tersebut.
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, mengatakan, dampak gerakan ini jauh melampaui transfer ilmu di dalam ruang kelas.
"Rote Mengajar bukan sekadar kegiatan mengajar, tetapi sebuah gerakan untuk menyalakan mimpi dan keberanian anak-anak Rote Ndao," tutur Paulus.
Dia menjelaskan, wadah strategis ini dirancang sebagai keberlanjutan pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal agar mampu mencetak generasi daerah yang berdaya saing tinggi.
Paulus mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang melibatkan tenaga pendidik, Universitas Nusa Lontar serta para mitra pendukung.
Adapun momentum penutupan ini dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk meluncurkan Program Generasi Emas Rote Ndao (Permata).
Rangkaian acara diakhiri dengan panggung seni rakyat yang menampilkan 27 pertunjukan dari siswa sekolah dan sanggar lokal se-Rote Ndao. (rio)