Sebut John Herdman Harus Dikritik, Andre Rosiade: Dia Manusia Biasa, Para Pengamat Jangan Melindungi
Hasiolan Eko P Gultom August 26, 2026 07:57 PM

Sebut John Herdman Harus Dikritik, Andre Rosiade: Dia Manusia Biasa, Para Pengamat Jangan Melindungi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Klub Semen Padang FC, Andre Rosiade, menyoroti kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.

Tersingkirnya skuad Garuda pada fase grup dinilai mengecewakan, terlebih Indonesia datang dengan komposisi pemain yang dinilai cukup kuat.

Andre menilai materi Timnas Indonesia pada Piala AFF kali ini sudah sangat baik.

Baca juga: Pemain Timnas Dihujat Usai Gagal di AFF, Sekjen PSSI: Bully Saya, Ketum, dan Exco Saja

Kehadiran sejumlah pemain naturalisasi seharusnya dapat menjadi kekuatan tambahan bagi skuad Garuda untuk bersaing di turnamen tersebut.

Kondisi itu membuat Andre menaruh perhatian pada kinerja pelatih John Herdman.

Ia menilai Herdman tidak seharusnya terbebas dari kritik setelah hasil yang diraih Indonesia.

Andre menegaskan kritik terhadap John Herdman merupakan hal yang wajar dalam sepakbola, terlebih hasil yang diraih Timnas Indonesia belum sesuai dengan harapan.

"John Herdman harus diberikan ruang untuk dikritik. Tidak usah kita para pengamat melindungi John Herdman. Dia manusia biasa,” ujar Andre Rosiade di Alam Sutera, Tangerang, Selasa (26/8/2026).

Andre juga menyoroti kondisi fisik pemain Indonesia selama pertandingan.

Ia membandingkannya dengan performa skuad Garuda ketika masih berada di bawah kepelatihan Shin Tae-yong.

Menurutnya, perbedaan kondisi fisik pemain terlihat cukup jelas.

Andre mengingat pengalamannya menyaksikan langsung pertandingan Timnas Indonesia di Qatar ketika masih ditangani Shin Tae-yong.

“Saya tidak membela Shin Tae-yong. Tapi faktanya, di zaman John Herdman, menit ke-60 pemain kita sudah ngos-ngosan. Kita lihat bagaimana Shin Tae-yong memimpin Indonesia di Qatar. Dua kali 45 menit ditambah perpanjangan waktu, pemain kita masih bisa bertarung secara spartan,” bebernya.

Perbandingan tersebut menjadi salah satu dasar Andre meminta evaluasi terhadap Herdman.

Menurutnya pelatih asal Inggris itu perlu memahami karakter dan kondisi sepak bola Indonesia secara lebih menyeluruh.

“Dari sisi fisik saja, pemain kita jauh berbeda di zaman John Herdman maupun Shin Tae-yong. Itu fakta yang saya lihat,” ujarnya.

Materi Pemain Dinilai Sudah Cukup Kuat

Kegagalan di Piala AFF juga menjadi sorotan karena Timnas Indonesia memiliki sejumlah pemain naturalisasi dalam skuadnya.

Andre menilai keberadaan para pemain tersebut semestinya dapat meningkatkan kualitas permainan Indonesia.

Untuk itu, hasil buruk di Piala AFF tidak bisa dilepaskan dari evaluasi terhadap kinerja tim secara keseluruhan.

Ia juga menolak anggapan bahwa kritik terhadap Herdman berarti membandingkan secara tidak adil dengan Shin Tae-yong.

Menurut Andre, situasi kedua pelatih tetap dapat dievaluasi berdasarkan performa yang ditampilkan tim di lapangan.

Andre bahkan turut menyinggung keputusan John Herdman yang kembali memasukkan Marc Klok ke dalam skuad.

Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan adanya perbedaan dengan kebijakan yang diterapkan pada era Shin Tae-yong.

“Yang dari dalam negeri siapa? Thom Haye, Marc Klok. Marc Klok ini kan tidak pernah dipanggil oleh Shin Tae-yong juga. John Herdman yang mengembalikan Marc Klok dan memasukkannya ke skuad,” ucapnya.

Dengan berbagai catatan tersebut, Andre menilai kegagalan Indonesia di Piala AFF 2026 harus menjadi momentum evaluasi bagi Herdman sebelum menghadapi turnamen berikutnya.

“John Herdman harus mau melakukan evaluasi untuk ke depan supaya berhasil di FIFA ASEAN," tegasnya.

FIFA ASEAN Jadi Kesempatan Bangkit

Timnas Indonesia kini dituntut segera bangkit setelah kegagalan di Piala AFF.

Ajang FIFA ASEAN yang dijadwalkan bergulir mulai 24 September menjadi kesempatan berikutnya bagi skuad Garuda untuk memperbaiki hasil.

Indonesia memiliki keuntungan sebagai tuan rumah. 

Selain dukungan publik sendiri, turnamen tersebut juga berpeluang menghadirkan sejumlah pemain diaspora yang berkarier di Eropa, termasuk Kevin Diks, Calvin Verdonk, Jay Idzes, Maarten Paes, hingga Emil Audero.

Kehadiran para pemain tersebut diharapkan semakin memperkuat komposisi Timnas Indonesia.

Dengan status sebagai tuan rumah dan materi pemain yang dimiliki, Andre memasang target tinggi untuk skuad Garuda.

"Kita harus juara (FIFA ASEAN). Tidak ada cerita tidak juara,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.