Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Niko Laus
TRIBUN-PAPUA.COM, KEEROM - Pemerintah Kabupaten Keerom memberi bantuan langsung kepada Koperasi Karya Sawit Papua yang mengelola pembibitan sawit di wilayahnya.
Bantuan diserahkan Bupati Keerom Piter Gusbager, S.Hut., MUP., pada sore hari di Kampung Sanggaria, Distrik Arso Barat, Rabu (26/8/2026) dan diterima Ketua Koperasi Fabianus Tafor.
Usai menyerahkan bantuan, Bupati Piter meninjau langsung lahan pembibitan seluas 10 hektare milik koperasi Karya Sawit Papua di Keerom.
Baca juga: Amankan Stok 763 Ton Beras, Pemkab Nabire dan Bulog Siap Intervensi Dampak Kemarau
"Sore ini saya berada di lahan pembibitan sawit milik Koperasi Karya Sawit Papua. Luas areal ini sekitar 10 hektare,” ungkapnya.
Koperasi Karya Sawit Papua ini menyediakan 40 ribu pembibitan sawit dari 100 ribu yang ditargetkan dan usia pembibitan yang paling lama sudah berumur 7 bulan.
"Ini bibit sawit terbaik jenis Damimas", ujarnya.
Bupati menegaskan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Keerom tidak bisa dikerjakan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kemitraan dengan koperasi dan petani.
Baca juga: Bupati Biak Numfor Buka Job Fair 2026, Tekankan Prioritas Tenaga Kerja Lokal
"Kami juga akan membangun pembibitan yang sama, karena persoalan PSR di Keerom tidak bisa dikerjakan sendiri oleh pemerintah melainkan membutuhkan kemitraan", ungkapnya.
Dalam kolaborasi tersebut kita akan membangun kekuatan dan stok pembibitan di untuk menyuplai kepada petani-petani yang sudah kita data dalam program tahun ini untuk Peremajaan Sawit Rakyat.
Ia berharap Koperasi Karya Sawit Papua terus memantapkan pembibitan ini karena saat ini tantangan El Nino bisa mengancam pertumbuhan bibit sawit.
Ia juga menegaskan pemerintah berkomitmen menyelesaikan PSR mulai tahun ini. Ada sekitar 800 hektare lahan di sana yang saat ini siap tanam.
Bupati menargetkan 3-4 tahun ke depan sawit sudah bisa panen sehingga roda ekonomi kembali berputar.
Baca juga: Cegah Krisis Pangan Akibat Kemarau, Nabire Dorong Impor Komoditas Antarwilayah
"Kita tahu sawit adalah emas hijau yang harganya sangat stabil," katanya.
Bupati meluruskan bahwa PSR di Keerom tidak akan membuka hutan baru. Penanaman dilakukan di lahan eks sawit, lahan KKPA dan eks plasma.
"Tidak boleh digiring (opini) seolah-olah program PSR ini masuk di hutan primer, tetapi di lahan milik masyarakat di areal PIR dan KKPA," tegas Piter.
Sekretaris Koperasi Karya Sawit Papua, Kenan Sipayung, mengapresiasi dukungan Pemda.
"Kami berusaha memberikan pembibitan yang terbaik bagi masyarakat Keerom. Mulai dari kecambah, sampai siap tanam kami usahakan sebaik mungkin sehingga hasilnya baik," ungkapnya.
Baca juga: Cegah Krisis Pangan Akibat Kemarau, Nabire Dorong Impor Komoditas Antarwilayah
Dengan dukungan pembibitan ini, pemerintah berharap produktivitas sawit rakyat meningkat dan kesejahteraan petani terjaga.(*)