Penangguhan sementara rekening Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, memicu ajakan untuk penarikan uang massal dari Bank Mandiri.
Merespons kabar tersebut, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Riduan memberikan bantahannya.
Dalam jumpa pers pada Rabu (26/8/2026) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Riduan berujar bahwa kegiatan transaksi di Bank Mandiri berjalan normal meski sempat menuai kritikan dari sejumlah pihak.
Riduan juga memastikan bahwa Bank Mandiri akan menindaklanjuti langkah dari kepolisian untuk mengkatifkan kembali rekening milik Botok.
Sebagai informasi, warganet sempat ramai-ramai menyerbu akun media sosial milik Bank Mandiri untuk memprotes pemblokiran tersebut.
Bahkan beberapa dari mereka yang mengklaim sebagai nasabah mengaku akan memindahkan saldo ke bank lain.
Adapun Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman dalam jumpa pers berharap agar rekening tersebut dapat digunakan kembali oleh Botok secepatnya.
Terlebih AMPB akan menggelar aksi pada Kamis (27/8/2026) esok.
Rekening bersaldo Rp 80,9 juta tersebut merupakan gabungan dana pribadi dan hasil donasi warga Pati.
Dana dikumpulkan khusus untuk membiayai kebutuhan operasional serta logistik massa aksi.
Selain rekening, Botok mengaku akun media sosial Tiktok dan WhatsAppnya juga diblokir tiba-tiba pada Sabtu (22/8/2026) dan Minggu (23/8/2026).
Dalam keterangan terbarunya, Botok menyatakan dirinya tak memperdulikan rekeningnya diblokir.
Botok berujar, dirinya fokus untuk persiapan aksi demo esok hari.
Lebih lanjut, Botok mengaku pihaknya telah mendapat banyak dukungan logistik untuk aksi unjuk rasa dari masyarakat.
(TribunVideo.com)
Program: Live Tribunnews Update
Host: Sisca Mawaski
Editor Video: Aditya Wisnu Wardana