TRIBUNJAMBI.COM - Upaya meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner berbasis pangan lokal terus dilakukan melalui kolaborasi perguruan tinggi dan pelaku usaha.
Salah satunya melalui kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Pendanaan 2026 yang dilaksanakan Tim Dosen Universitas Jambi bersama Gerai Oleh-Oleh Amanah IWA-QU di Kota Jambi.
Kegiatan pengabdian tersebut mengusung tema “Penguatan Daya Saing UMKM Kuliner Berbasis Pangan Lokal di Kota Jambi melalui Integrasi Teknologi Digital Produksi, Pemasaran, dan Keuangan.” yang dilaksanakan bertahap sejak Juni hingga Agustus 2026.
Mitra kegiatan merupakan kelompok industri rumah tangga dengan 11 anggota yang berlokasi di Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.
Tim Pengabdian diketuai Dr. Ratih Kusumastuti dengan anggota Dr. Sry Rosita dan Dr. Andang Fazri, serta melibatkan mahasiswa Marlinaya Delia dan Syafira Anjani Uzaman.
Program diarahkan untuk memperkuat kemampuan mitra tidak hanya dalam menghasilkan produk, tetapi juga dalam mengelola usaha dan memperluas pemasaran.
Teknologi Produksi Jadi Salah Satu Fokus pendampingan
Salah satu persoalan yang dihadapi mitra sebelum program adalah proses produksi yang masih banyak dilakukan secara manual. Kondisi tersebut berdampak pada kapasitas produksi, efisiensi waktu, dan konsistensi mutu produk.
Baca juga: Karhutla di Gambut Dalam Desa Rawasari Tanjab Timur Sulit Dipadamkan, Bara Masih Berasap
Melalui kegiatan PKM, tim memberikan pelatihan dan pendampingan penerapan teknologi produksi, salah satunya berupa mixer adonan kapasitas UMKM. Alat tersebut digunakan untuk membantu proses pengadukan adonan agar lebih cepat dan homogen.
Pendampingan tidak hanya difokuskan pada aspek produksi. Tim juga memberikan pelatihan dan pendampingan dalam quality control, penyusunan SOP produksi, pembukuan digital, serta pemasaran melalui e-commerce dan media sosial.
Pada aspek manajemen, mitra diarahkan agar mampu melakukan pencatatan transaksi secara lebih sistematis, memisahkan keuangan usaha dan pribadi, menghitung biaya produksi dan harga pokok produksi, serta menyusun laporan keuangan sederhana. Program menargetkan peningkatan kemampuan pembukuan mitra dari kondisi awal sekitar 50 persen menjadi 85–90 persen.
Sementara itu, pada aspek pemasaran, mitra didorong untuk memanfaatkan kanal digital sehingga produk tidak hanya mengandalkan pemasaran konvensional, tetapi memiliki peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.Mendorong Produk Lebih Seragam dan Siap Dipasarkan.
Penerapan teknologi produksi diharapkan memberikan perubahan pada kapasitas dan kualitas produk olahan pangan. Dalam rancangan evaluasi program, indikator yang diamati meliputi kapasitas produksi, waktu produksi, keseragaman produk, dan persentase produk yang memenuhi standar.
Data kerja evaluasi yang disiapkan tim menunjukkan kapasitas produksi dari 100 unit menjadi 135 unit per hari, sementara waktu produksi per batch turun dari 120 menit menjadi 90 menit. Persentase produk yang memenuhi standar juga diproyeksikan meningkat dari 80 persen menjadi 92 persen, sedangkan keseragaman ukuran dan bentuk meningkat dari 75 persen menjadi 90 persen.
Angka tersebut merupakan data kerja/draft dan perlu diverifikasi dengan catatan produksi aktual mitra sebelum digunakan sebagai capaian final.
Peningkatan tersebut didukung dengan penerapan quality control yang mencakup pemeriksaan bahan baku, kebersihan alat dan area produksi, proses pengadukan, homogenitas adonan, keseragaman produk, kondisi kemasan, hingga kelayakan produk untuk dipasarkan.
Mitra Didorong Mandiri dan Berkelanjutan
Ketua tim pelaksana PKM, Ratih Kusumastuti, menjelaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari adanya alat atau kegiatan pelatihan, tetapi dari kemampuan mitra dalam menerapkan pengetahuan dan teknologi secara mandiri.
“Penerapan teknologi harus diikuti dengan peningkatan kemampuan mitra. Karena itu, pendampingan diarahkan agar mitra mampu menggunakan teknologi produksi, menjaga mutu, melakukan pencatatan usaha, dan memanfaatkan pemasaran digital secara berkelanjutan,”ungkapnya.
Keberlanjutan menjadi bagian penting dari kegiatan. Mitra diarahkan untuk terus menggunakan dan merawat mixer, menerapkan SOP dan quality control, melakukan pembukuan secara rutin, serta mengembangkan pemasaran digital.
Dengan pendekatan tersebut, kegiatan pengabdian diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi Gerai Oleh-Oleh Amanah IWA-QU, khususnya dalam meningkatkan produktivitas, kualitas produk, tata kelola usaha, dan daya saing produk olahan pangan lokal.
Kegiatan ini merupakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tahun Pendanaan 2026 yang dilaksanakan oleh Universitas Jambi (PKM) Yang didanai oleh: Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.