TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Polisi akhirnya membuka barikade yang mengadang pergerakan mahasiswa yang menuju kawasan Tugu Muda Semarang, Jawa Tengah, Rabu (26/8/2026) sore.
Barikade tersebut baru dibuka sekitar pukul 17.30 WIB.
Sebelum polisi membuka barikade, sempat terjadi aksi dorong antara mahasiswa dan polisi.
Namun, gesekan tersebut belum sempat menimbulkan kericuhan.
Baca juga: Demo Mahasiswa Gagal Digelar di Tugu Muda Semarang, Massa Diadang Barikade Polwan Hingga Water Canon
Negosiator mahasiswa dari Unnes Semarang, Septia Linasari menilai, pembukaan pagar hidup jelang Magrib itu merupakan trik polisi membatasi aksi mereka.
"Kami sudah 40 menit menuntut agar dibukanya jalan, tapi tidak diizinkan, ini mau pukul 18.00, kami baru diizinkan ke Tugu Muda," katanya.
Ia menilai, pembukaan barikade menjelang pukul 18.00 itu sebagai trik dari aparat memangkas waktu demonstrasi mahasiswa di tugu bersejarah kota Semarang.
Asumsi itu, kata dia, karena batas waktu demonstrasi hanya dibatasi maksimal pukul 18.00 WIB.
"Kami tak banyak waktu untuk melakukan orasi di Tugu Muda," bebernya.
Baca juga: Kawal Demo Mahasiswa di Semarang, Polisi Terjunkan 1.600 Personel Gabungan
Sementara, polisi mengaku, pembukaan barikade dilakukan setelah mendapat instruksi dari Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Wakapolda Jateng) Brigjen Latif Usman.
Latif terjun langsung memimpin pembukaan barikade tersebut.
Pergerakan massa demo mahasiswa ke kawasan Tugu Muda Semarang sempat membuat arus lalu lintas tersendat.
Di Tugu Muda Semarang, mahasiswa membacakan Panca Tuntutan Rakyat meliputi turunkan harga pokok dan BBM, kembalikan TNI dan Polri ke fungsi utama, evaluasi total MBG dan hentikan program KDKMP, serta kembalikan kepemilikan tanah ke rakyat dan revitalisasi segera wilayah terdampak bencana dan hentikan praktik KKN di lingkungan pemerintah. (*)