Karya Mahasiswa Unidar & Mapala UI: Lilin dari Jelantah Didukung Pemda Malteng
Mesya Marasabessy August 26, 2026 09:47 PM

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎‎MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Produk UMKM selalu mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku Tengah, tak terkecuali karya mahasiswa.

‎Salah satunya karya lilin aromaterapi dari minyak jelantah oleh mahasiswa Universitas Darussalam (Unidar) Ambon Kampus C Masohi dan Mapala Universitas Indonesia.

‎Melalui workshop branding marketing dan pembuatan produk UMKM, Rabu (26/8/2026), Pemda Maluku Tengah menyampaikan dukungannya.

‎Workshop tersebut mengusung tema, dari Jelantah ke cuan ; pemurnian minyak jelantah jadi lilin aromaterapi. Tentu, kegiatan tersebut sejalan dengan KKN-PPM Unidar Ambon Kampus C Masohi yang kolaborasi bersama Mapala UI.

‎Mewakili Bupati Maluku Tengah, Staf Ahli Bupati, Jauhari Tuarita, mengatakan, Pemda Maluku Tengah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap pengembangan UMKM.

‎"Karena UMKM bukan hanya soal usaha kecil, tetapi merupakan bagian penting dari penguatan ekonomi masyarakat dan penciptaan lapangan kerja," ujar Tuarita.

‎Atas nama Pemda Maluku Tengah, ia menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN-PPM Universitas Darussalam Ambon Kampus C Masohi yang berkolaborasi dengan Mapala Universitas Indonesia. 

‎Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan bahwa kampus dan mahasiswa tidak boleh berhenti pada kegiatan yang bersifat seremonial. Kampus harus hadir membawa gagasan, inovasi, dan solusi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

‎Dikatakan, tema “Dari Jelantah ke Cuan” adalah contoh sederhana, tetapi memiliki nilai yang besar. Minyak jelantah yang selama ini dianggap limbah, melalui kreativitas dan pengetahuan, dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi seperti lilin aroma terapi.

‎Di sinilah pentingnya branding dan marketing. Produk yang baik belum tentu menjadi produk yang laku jika tidak dikemas, diposisikan, dan dipasarkan dengan cara yang tepat. Karena itu, kreativitas produk harus berjalan bersama dengan kreativitas membangun pasar.

Baca juga: Aliran Dana Rp. 3,8 M, Kejati Maluku Baru Amankan Rp. 200 Juta dari Kasus Air Bersih Pulau Haruku

Baca juga: Kebakaran Hutan Makin Intens saat El Nino, BPBD Malteng Koordinasi Penetapan Status Darurat 

‎"Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada workshop hari ini saja, melainkan jadikanlah pengetahuan yang diperoleh sebagai awal untuk membangun produk yang memiliki kualitas, identitas, pasar, dan nilai tambah," harapnya.

‎Kepada para mahasiswa, ia berpesan agar terus menjadi generasi yang berani mencoba, berani berkolaborasi, dan berani menciptakan sesuatu yang baru. 

‎"Karena masa depan daerah tidak hanya dibangun melalui teori, tetapi melalui gagasan yang diwujudkan menjadi karya dan memberi manfaat," pungkas Tuarita.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.