Kawah Wurung Bondowoso Kembali Terbakar, Sudah Tiga Kali Dalam Waktu Berdekatan
Haorrahman August 26, 2026 09:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Kebakaran lahan kembali terjadi di kawasan objek wisata alam Kawah Wurung, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026). Ini merupakan ketiga kalinya dalam waktu berdekatan

Kebakaran terjadi pada Rabu sore tersebut menambah rangkaian insiden kebakaran lahan di kawasan wisata itu selama musim kemarau. Hingga sore hari, sejumlah titik api masih terlihat dan kobaran api bergerak menyusuri vegetasi.

Camat Ijen, Dias Zulkarnaen, mengatakan api masih aktif dan bergerak ke arah selatan Kawah Wurung. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama tim gabungan langsung melakukan penanganan di lokasi.

Baca juga: Gunung Carenge Bondowoso yang Sempat Viral Ditutup Sementara karena Kebakaran

"Kondisi api saat ini masih hidup dan menjalar ke arah selatan Kawah Wurung. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD saat ini menyisir area dan mencoba melakukan pemadaman secara manual," ujar Dias saat dikonfirmasi, Rabu (26/8/2026) pukul 15.50 WIB.

Meski masih ditemukan titik api, kondisi di lapangan mulai menunjukkan perkembangan positif. Tim gabungan terus melakukan pemadaman sekaligus memantau arah pergerakan api untuk mencegah kebakaran meluas.

"Masih belum padam, masih ada titik api. Tapi situasi saat ini sudah mulai terkendali," kata Dias.

Baca juga: Kebakaran Gunung Raung di Banyuwangi Padam, Penyebab Belum Diketahui

Kebakaran Ketiga

Dias membenarkan kebakaran pada Rabu ini merupakan kejadian ketiga yang terjadi di kawasan objek wisata Kawah Wurung dalam waktu berdekatan.

"Iya ke tiga kalinya," ujarnya.

Sebelumnya, kebakaran juga terjadi, Sabtu (22/8/2026) malam. Saat itu, api membakar lahan di sekitar kawasan wisata dan sempat mendekati area perkebunan kopi milik warga yang berbatasan langsung dengan lokasi wisata.

Kebakaran tersebut akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.00 WIB. Proses pemadaman melibatkan Perhutani, Polsek, Sub Ramil Ijen, warga, dan sejumlah pihak terkait.

Selain melakukan pemadaman secara manual, petugas membuat sekat bakar untuk membatasi pergerakan api dan mencegah kobaran menjalar lebih jauh.

Baca juga: Kebakaran di Lereng Gunung Ijen, Api Mengancam Kebun Kopi Warga Bondowoso

Potensi kebakaran selama musim kemarau sebelumnya juga telah menjadi perhatian Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso.

Dinas tersebut menginstruksikan pembersihan vegetasi kering di sekitar fasilitas penting di kawasan wisata, antara lain menara pandang, musala, dan jalur hiking.

Langkah itu dilakukan untuk membentuk buffer zone atau zona penyangga. Tujuannya, api maupun bara dari kebakaran lahan tidak mudah menjangkau fasilitas wisata yang sebagian besar menggunakan material kayu.

Petugas wisata juga diminta membuat sekat bakar serta melakukan pemantauan secara berkala di sekitar kawasan.

Kepala Disparbudpora Bondowoso, Mulyadi (Gede), mengatakan pengamanan fasilitas wisata menjadi salah satu fokus utama untuk mengantisipasi dampak kebakaran.

Selain itu, evaluasi dilakukan secara rutin setiap pekan. Koordinasi lintas sektor juga diperkuat dengan melibatkan Kecamatan Ijen, pemerintah desa, BPBD, Satpol PP, Perhutani, hingga pihak Medco.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.