Sosok Riduan, Dirut Bank Mandiri Minta Maaf Blokir Rekening Aktivis Botok, Harta Kekayaan Fantastis
Evan Saputra August 26, 2026 10:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Rekening Supriyono alias Botok, Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), diblokir oleh pihak Bank Mandiri atas permintaan aparat kepolisian.

Pemblokiran tersebut dilakukan karena polisi hendak mendalami informasi soal penghimpunan data yang beredar di media sosial.

Selaku Direktur Utama (Dirut) Bank Mandiri, Riduan, meminta maaf  soal rekening Botok yang sempat tidak dapat digunakan.

Permohonan maaf ini disampaikan Riduan dalam konferensi pers bersama Komisi III DPR RI dan Polda Metro Jaya di Gedung DPR RI, Rabu (26/8/2026).

"Bapak Pimpinan yang kami hormati. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih. Mohon maaf apabila ada hal yang kurang berkenan," kata Riduan dalam konferensi pers bersama Komisi III DPR RI dan Polda Metro Jaya di Gedung DPR RI, Rabu (26/8/2026).

Riduan mengatakan, Bank Mandiri menerima permintaan dan arahan Komisi III DPR RI dan Polda Metro Jaya untuk segera mengaktifkan rekening tersebut.

Baca juga: Siapa Wanita Misterius yang Beri Botok Segepok Uang untuk Demo Jakarta, Pamer KTP di Hadapan Massa

"Kami akan selalu memegang amanah daripada nasabah dan masyarakat dengan baik untuk menyelenggarakan pelaksanaan perbankan secara prudensial, sehat, dan memberikan layanan terbaik," jelas Riduan.

Sosok Riduan

Riduan resmi menjabat sebagai Dirut PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang baru.

Ia menggantikan posisi Darmawan Junaidi yang telah menjabat sejak 2020.

Penetapan Riduan sebagai Dirut Baru Bank Plat Merah itu melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin 4 Agustus 2025.

Riduan lahir di Palembang, 5 November 1970.

Pendidikan:

  • S1 Akuntansi – Universitas Sriwijaya
  • S2 Magister Manajemen – Universitas Sriwijaya

Karier:

  • 1996–1999: Auditor Internal di PT Bank Dagang Negara (Persero)
  • 1999–sekarang: Bergabung dengan Bank Mandiri
  • Head of Internal Control & Compliance – Kantor Wilayah II Palembang
  • Cash Outlet Manager – Kantor Wilayah II Palembang
  • Vice President – Commercial Banking Center Manager
  • Senior Vice President – Group Head Business Banking
  • Direktur Commercial Banking
  • Direktur Corporate Banking
  • Wakil Direktur Utama (Maret 2025)
  • Direktur Utama Bank Mandiri (Agustus 2025)
  • 2013–2016: Direktur Keuangan dan Investasi – PT Askes (Persero) / BPJS Kesehatan

Baca juga: Sosok Irjen Herry Heryawan, Kapolda Riau Bakal Naik Pangkat jika Bisa Atasi Karhutla, Janji Prabowo

Riduan bukan orang baru di lingkungan bank pelat merah berlogo pita kuning ini.

Ia memulai karier di Bank Mandiri sejak tahun 1999 dan menempati sejumlah posisi strategis.

Dia pernah menduduki posisi sebagai Regional CEO II/Sumatera 2 Bank Mandiri pada tahun 2016-2017.

Riduan juga pernah menjabat sebagai Senior Executive Vice President (SEVP) Middle Corporate Banking pada tahun 2017-2019.

Pada Januari 2019, pria kelahiran Palembang tahun 1970 ini diangkat sebagai Direktur Komersial Banking Mandiri, sebuah posisi baru yang ditujukan untuk memperkuat segmen kredit menengah.

Ia menjabat posisi ini hingga tahun 2024. Kemudian, Riduan dipercaya menjabat posisi Direktur Corporate Banking Mandiri pada 2024-2025.

Lalu, dalam RUPS Tahunan Mandiri pada 25 Maret 2025, jabatan Riduan kembali bergeser menjadi Wakil Direktur Utama, menggantikan posisi Alexandra Askandar.

Selang empat bulan menjadi Wakil Direktur Utama, dalam RUPSLB Mandiri, Riduan diangkat menjadi Direktur Utama menggantikan Darmawan Junaidi yang sudah menempati pucuk pimpinan Mandiri sejak 2020.

Selain di Bank Mandiri, Riduan juga tercatat pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan pada tahun 2013 hingga 2016.

Harta Kekayaan

Berikut adalah rincian harta kekayaan Riduan, Direktur Utama baru Bank Mandiri, berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan ke KPK pada Desember 2024:

A. Tanah dan Bangunan senilai Rp49,09 miliar

B. Kendaraan & Mesin senilai Rp3,61 miliar

C. Surat Berharga senilai Rp38,01 miliar

D. Kas & Setara Kas senilai Rp42,2 miliar

E. Harta Bergerak Lainnya senilai Rp1,33 miliar

Baca juga: Sosok Muhammad Habibur Rochman, Dituding Minta Polisi Blokir Rekening Aktivis Botok, Tegas Membantah

Minta Maaf soal Pemblokiran Rekening Botok

Riduan, Direktur Utama Bank Mandiri yang meminta maaf  soal rekening milik aktivis asal Pati, Supriyono alias Botok, yang “diblokir” hingga sempat tidak dapat digunakan.

Permohonan maag Riduan itu diucapkan dalam konferensi pers bersama Komisi III DPR RI dan Polda Metro Jaya di Gedung DPR RI, Rabu (26/8/2026).

Hadir dalam konferensi pers itu, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman dan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin. 

"Bapak Pimpinan yang kami hormati. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih. Mohon maaf apabila ada hal yang kurang berkenan," kata Riduan dalam konferensi pers bersama Komisi III DPR RI dan Polda Metro Jaya di Gedung DPR RI, Rabu (26/8/2026).

Riduan mengatakan, Bank Mandiri menerima permintaan dan arahan Komisi III DPR RI dan Polda Metro Jaya untuk segera mengaktifkan rekening tersebut.

"Sebagai bank yang melayani nasabah dengan konsekuensi yang diatur di dalam peraturan, maka kami akan menindaklanjuti apa yang tadi disampaikan untuk segera melakukan pengaktifan kembali rekening yang kemarin disampaikan untuk dilakukan penundaan transaksi," kata Riduan.

Riduan menegaskan, Bank Mandiri akan tetap menjalankan pelayanan perbankan dengan prinsip kehati-hatian.

"Kami akan selalu memegang amanah daripada nasabah dan masyarakat dengan baik untuk menyelenggarakan pelaksanaan perbankan secara prudensial, sehat, dan memberikan layanan terbaik," jelas Riduan.

Mendengar hal itu, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman berharap rekening tersebut dapat digunakan kembali oleh Botok secepat mungkin.

Langkah cepat diperlukan agar rekening tersebut bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Pati yang akan menggelar aksi demonstrasi pada Kamis (27/8/2026) besok.

"Alhamdulillah, kami harapkan segera, Pak, rekening tersebut bisa digunakan oleh Pak Botok ya. Karena mungkin beliau ada keperluan untuk beraktivitas dan menyampaikan pendapat, segera maksudnya kalau bisa hari ini, Pak. Hari ini, ya," jelas Habiburokhman.

(Bangkapos.com/Kompas.com/Surya.co.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.