Temui Korban Gempa NTT, Prabowo Bertanya: MBG Mau Diteruskan atau Tidak?
Muhammad Ridho August 26, 2026 10:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Presiden RI Prabowo Subianto menemui langsung warga terdampak gempa di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan bertanya apakah mereka ingin program Makan Bergizi Gratis (MBG) berlanjut atau tidak.

Di tengah kunjungan ini, Kepala Negara mendapat laporan dari Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, bahwa warganya mendapat manfaat besar dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Saya dapat laporan dari Bapak Bupati bahwa rakyat Kabupaten Nagekeo itu merasakan manfaat dari MBG, apa benar itu?" tanya Prabowo saat datang ke lokasi pengungsian di Nagekeo pada Rabu (26/8/2026).

Prabowo kemudian menanyakan masyarakat, apakah mau MBG dilanjutkan. "Mau diteruskan atau tidak?" tanya Prabowo lagi.

 Masyarakat setempat pun mengatakan ingin program MBG diteruskan.

Eks Menteri Pertahanan ini kemudian menjelaskan, tujuan MBG adalah untuk memberi gizi ke anak-anak, ibu-ibu hamil, serta lansia.

"Terima kasih. Ya, saya kira itu kita lanjutkan supaya anak-anak kita sehat, supaya ibu-ibu hamil kita sehat, dan mereka yang lanjut usia aman di saat-saat mereka menikmati usia lanjut mereka," jelasnya.

Selain itu, Prabowo mengaku mendapat laporan dai Bupati Nagekeo terkait sejumlah gagasan untuk membuat kabupatennya menjadi semakin produktif.

Prabowo kemudian menegaskan kembali komitmennya untuk membangun seluruh Indonesia, termasuk NTT. "Kita akan bangun seluruh, seluruh NTT kita bangun, seluruh Indonesia kita bangun.

Kabupaten demi kabupaten, kecamatan demi kecamatan, desa demi desa kita bangun. Rakyat kita harus hidup dengan baik dan sejahtera," tutur dia. 

Prabowo berbelasungkawa ke korban gempa NTT

Dalam kesempatan ini, Prabowo juga menyampaikan belasungkawa kepada warga yang kehilangan anggota keluarga akibat gempa.

Sebagai Presiden RI, Prabowo memastikan masyarakat NTT tidak sendirian dalam menghadapi bencana ini.

"Dan juga saya sampaikan bahwa pemerintah pusat, terus-menerus memantau dan terus-menerus melakukan langkah-langkah mengirim bantuan, menyiapkan semuanya untuk mengatasi kesulitan. Ini masalah alam, kita waspadai, kita belajar, dan kita ambil langkah-langkah persiapan," imbuh dia.

Baca juga: Aktifitas Belajar di Sekolah Dihentikan Mulai Besok Akibat Kabut Asap di Inhu, MBG Boleh Dijemput

Sekolah Diliburkan karena Karhutla, MBG Tetap Jalan

Kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru akibatnya maraknya karhutla di wilayah Riau.

Pekatnya asap membuat kualitas udara berada di level berbahaya.

Melihat kondisi ini, Pemerintah Kota Pekanbaru meliburkan siswa sekolah. 

Meskipun siswa tidak belajar ke sekolah, namun Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan di Kota Pekanbaru, Riau.

MBG dijemput orangtua siswa ke sekolah.

Namun sejumlah orangtua murid keberatan karena harus keluar rumah disaat kondisi kualitas udara tidak sehat.

"Kami nggak mau mati, hanya karena MBG. Siapa yang tanggung jawab, kalau kami terpapar ISPA dan sejenisnya. Mereka enak, dapat proyek uang MBG," kata Leni, orangtua pelajar di satu SMPN di Kota Pekanbaru kepada Tribunpekanbaru.com.

Hal yang sama juga diceritakan Maya, wali murid satu SDN di wilayah Panam.

Dirinya mengaku ditelepon pihak sekolah, agar menjemput MBG untuk anaknya.

"Apa mereka tidak mikir, apa pentingnya kami jemput MBG itu. Lagian lauknya, hanya satu telur bulat," akunya lirih.

Para orangtua murid lainnya mengaku keberatan dengan kebijakan ini.

Menurutnya, pengambilan makanan di sekolah dalam kondisi udara buruk, sangat tidak mendesak.

Kebijakan ini harus dipertimbangkan kembali. Harusnya petugas MBG juga malu, karena orangtua sudah banyak menolah.

“Rasanya tidak penting sampai harus mengambil risiko keluar rumah,” tambah orangtua murid lainnya.

Para orangtua berharap pihak sekolah maupun pengelola program MBG, bisa mempertimbangkan kondisi lingkungan dan keselamatan siswa serta keluarga, dalam menentukan mekanisme distribusi makanan.

Mereka juga meminta adanya solusi alternatif ketika kualitas udara berada pada kondisi yang tidak ideal, sehingga program MBG tetap berjalan tanpa menambah risiko bagi siswa maupun orangtua.

( Tribunpekanbaru.com / kompas )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.