BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Fakta asli kebakaran Gudang SMPN 1 Kusan Hulu Tanahbumbu Kalsel, belajar mengajar berlangsung.
Kepanikan melanda lingkungan SMPN 1 Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu, setelah sebuah bangunan gudang di area sekolah mendadak dilalap si jago merah saat aktivitas belajar-mengajar masih berlangsung, Rabu (26/8/2026) siang.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.40 Wita tersebut sempat memicu aksi spontan para siswa dan tenaga pengajar yang berupaya menjinakkan kobaran api menggunakan ember dan selang air seadanya.
Namun, material bangunan gudang yang didominasi kayu kering membuat si jago merah berkobar kian membesar dan sulit dipadamkan dengan alat sederhana, hingga akhirnya armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.
Baca juga: Anak Perwira Polisi Dikeroyok Kakak Kelas Sampai Pingsan, Luka Berat di Kepala, Pemicunya Teguran
Baca juga: Cegah Kematian Massal Ikan di HSU, Dinas Perikanan Berikan Imbauan Ini ke Pembudidaya Ikan
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Bumbu, Amiluddin, mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut karena area yang terbakar bukan merupakan ruang kelas.
“Ini kami langsung menuju ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan memantau kondisi terkini di lapangan," kata Amiluddin saat dihubungi melalui pesan singkat, Rabu.
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi berhasil menguasai pergerakan api sebelum merembet ke fasilitas sekolah lainnya, dilanjutkan dengan proses pendinginan area.
Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya titik api di gudang sekolah tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
Tak Dihentikan
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Bumbu Amiluddin meninjau langsung lokasi musibah kebakaran yang melahap gudang penyimpanan SMPN 1 Kusan Hulu, Rabu (26/8/2026).
Kedatangan Kadisdik ke lokasi dilakukan tak lama setelah menerima kabar terbakarnya fasilitas sekolah yang terjadi di tengah berlangsungnya aktivitas pembelajaran tersebut.
Bangunan gudang berukuran 10x8 meter itu ludes terbakar beserta seluruh perlengkapan inventaris sekolah yang tersimpan di dalamnya, meliputi barang-barang kegiatan kepramukaan dan peralatan olahraga.
Api diduga dipicu arus pendek listrik setelah sejumlah warga sekolah memergoki kepulan asap dan titik api pertama kali muncul dari bagian atap bangunan sebelum menjalar cepat.
Melihat kobaran api kian membesar, pihak sekolah segera menghubungi tim pemadam kebakaran setempat untuk mengendalikan situasi dan mencegah perembetan ke area ruang kelas.
"Api bisa dipadamkan sekitar jam 15.15 WITA, saat itu tinggal puing-puing, bangunan dan isinya habis total," kata Amiluddin.
Kerugian materiil akibat musibah yang memusnahkan fasilitas pendukung sekolah ini ditaksir mencapai Rp 150 juta.
Kendati demikian, Amiluddin memastikan peristiwa ini tidak melumpuhkan operasional sekolah karena titik kebakaran berada terpisah dari area belajar siswa.\
Aktivitas belajar-mengajar di SMPN 1 Kusan Hulu dipastikan bakal terus berjalan normal seperti biasa mulai Kamis esok tanpa perlu meliburkan para murid.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Fikri Syahrin)