TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, mengaku kaget mendengar pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi yang menyinggung potensi percepatan Pemilu sebelum 2029.
Doli menyayangkan pernyataan tersebut, apalagi diucapkan saat Budi Arie berada di samping Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Baca juga: Jokowi Cuma Diam saat Budi Arie Bahas Percepatan Pemilu 2029, Pengamat: Harusnya Ingatkan Budi Arie
Sebagai sosok yang pernah menjabat menteri, Budi Arie dinilai semestinya memahami aturan konstitusi terkait masa jabatan pemerintahan.
"Saya sih kaget juga ya mendengarkan pernyataan Pak Budi Arie, apalagi di sampingnya Pak Jokowi," kata Doli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Doli menegaskan, Indonesia adalah negara hukum. Di mana, Undang-Undang mengatur masa kepemimpinan satu periode kepresidenan itu lima tahun.
Ia mengaku bersyukur Budi Arie segera melakukan klarifikasi atas potongan video yang beredar tersebut.
Menurut dia, jika dibiarkan, pernyataan Budi Arie bisa memicu tafsir politik yang sangat liar dan berbahaya.
"Tafsir politiknya bisa ke mana-mana, bisa bicara sampai tentang kudeta gitu ya, bisa tentang soal adanya makar, bisa juga ditafsirkan adanya pengkhianatan terhadap konstitusi dan seterusnya gitu," ujar Doli.
Ketua Komisi II DPR periode 2019-2024 ini mengingatkan agar elite politik tidak memicu kontraksi baru di tengah masyarakat. Ia menegaskan, Golkar saat ini fokus memberikan dukungan penuh untuk menyukseskan jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Oleh karena itu, Doli meminta semua pihak untuk solid menjaga stabilitas politik agar program-program pemerintah dapat dirasakan manfaatnya oleh rakyat.
"Untuk mensukseskan pemerintahan ini kita butuh soliditas, butuh dukungan semua pihak, baik mulai dari masyarakat maupun elite-elite politik, termasuk Pak Jokowi," ungkapnya.
Baca juga: Ongen Nilai Pernyataan Budi Arie soal Pemerintahan Prabowo Tak Sampai 2029 Buntut Terkena Reshuffle
Sebelumnya, jagat maya dihebohkan oleh beredarnya potongan video Budi Arie Setiadi saat berbicara di hadapan Jokowi dan sejumlah audiens. Video tersebut memicu gelombang spekulasi politik.
Dalam rekaman itu, mantan Menteri Koperasi ini mengajak audiensnya untuk tidak terpaku pada skenario Pemilu 2029. Ia bahkan mengaku telah membisikkan insting politiknya secara langsung kepada Jokowi.
"Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?" ucap Budi Arie yang langsung dijawab seruan "Siap!" dari audiens.
Lebih jauh, Budi Arie mendeskripsikan kondisi masyarakat saat ini sebagai sebuah anomali.
Ia membandingkan dinamika sosial dan ekonomi saat ini dengan patahan sejarah pada masa transisi Orde Baru ke Reformasi tahun 1997-1999.
"Ini terjadi yang namanya kalau menurut pendapat saya terjadi yang namanya patahan sejarah, bagaimana tahun 97 itu tiba-tiba pemilu berikutnya 99. Dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi saat ini yang betul-betul tidak membuat masyarakat happy," ucap Budi Arie.
Sementara itu, Budi Arie telah menyampaikan klarifikasi atas potongan video tersebut. Ia menyampaikan permohonan maaf terhadap pihak yang tak berkenan.
"Sehubungan dengan viralnya pernyataan dan analisis saya dalam sebuah pertemuan di Jakarta baru-baru ini yang menimbulkan spekulasi dan berbagai salah penafsiran, saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut," kata Budi Arie, dalam unggahannya di media sosial pribadinya pada Rabu (26/8/2026).
"Pernyataan dan analisis tersebut merupakan pernyataan dan analisis pribadi saya. Pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan kait-mengkait dengan Bapak Joko Widodo," lanjut Budi Arie.
Budi Arie juga menyatakan siap menerima konsekuensi dari pernyataan tersebut.
"Saya siap bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi karena analisis dan pernyataan saya tersebut," ujar dia.