TRIBUNNEWS.COM - Bagan perempat final AVC Continental 2026 membuka peluang terciptanya final ideal hingga Timnas Voli Putri Indonesia berpotensi menghadapi 'ratu terakhir' di semifinal.
Empat pertandingan akan berlangsung pada babak perempat final AVC Continental 2026 di Tianjin, China, Kamis (27/8) dan Jumat (28/8).
Keempat pertandingan tersebut mempertemukan Thailand vs Korea Selatan, Jepang vs China Taipei, China vs Vietnam, serta Indonesia vs Iran.
Timnas Voli Putri Indonesia memastikan langkah ke babak 8 besar setelah mengalahkan Australia dengan skor 3-0 (25-18, 25-17, 25-21), Rabu (26/8) sore WIB.
Kemenangan atas Australia membuat Timnas Voli Putri Indonesia mengamankan posisi keempat dalam klasemen keseluruhan AVC Continental 2026.
Posisi tersebut sekaligus membuat Timnas Voli Putri Indonesia terhindar dari tiga tim teratas, yakni Jepang, Thailand, dan China.
Selanjutnya, Timnas Voli Putri Indonesia akan berhadapan dengan Iran yang menempati peringkat kelima klasemen keseluruhan.
Secara ranking, Iran berada di atas Indonesia. Timnas Voli Putri Indonesia menghuni peringkat ke-48 FIVB, terpaut delapan posisi dari Iran yang menempati urutan ke-40.
Di atas kertas, Iran lebih difavoritkan untuk meraih kemenangan. Namun, Arneta Putri dan kolega memiliki peluang untuk kembali membuat kejutan dengan menembus semifinal.
Peluang tersebut bukan tanpa dasar. Timnas Voli Putri Indonesia sebelumnya telah menunjukkan kemampuannya dengan mengalahkan Kazakhstan pada laga pertama, meski secara ranking mereka berada di atas skuad asuhan Marcos Sugiyama.
Menukil laman Volleyballworld, potensi terciptanya final ideal yang mempertemukan Jepang dan China cukup terbuka.
Pasalnya, berdasarkan bagan perempat final hingga partai puncak, Jepang dan China berada di bracket yang berbeda.
China menjadi ratu terakhir AVC Continental karena merupakan negara dengan koleksi gelar terbanyak. Mereka telah mengemas 13 trofi juara.
Baca juga: Jadwal 8 Besar AVC Continental 2026: Timnas Voli Putri Indonesia Siap Maksimal Lawan Iran
Jepang berada di urutan kedua dengan lima gelar juara AVC Continental, disusul Thailand dengan tiga trofi.
Jepang terlebih dahulu harus melewati hadangan China Taipei untuk mencapai semifinal. Di babak empat besar, Mayu Ishikawa dan kolega berpotensi menghadapi pemenang pertandingan Thailand vs Korea Selatan.
Seperti disebutkan sebelumnya, Thailand juga termasuk dalam jajaran "ratu" AVC Continental dengan koleksi tiga gelar juara.
Namun, Jepang lebih difavoritkan untuk menghadapi Thailand di semifinal ketimbang Korea Selatan.
Sebagai catatan, Jepang menurunkan skuad terbaiknya di ajang ini. Beberapa nama yang menjadi andalan adalah Yoshino Sato, Yukiko Wada, dan Mayu Ishikawa.
Bagaimanapun, Jepang yang merupakan tim dengan ranking tertinggi di AVC Continental 2026 menjadi salah satu kandidat kuat untuk melaju ke partai puncak.
Sementara itu, China yang berada di bracket atas akan menghadapi Vietnam pada babak perempat final. Ni Feifan dan kolega lebih difavoritkan untuk mengamankan tiket semifinal.
Jika mampu melewati Vietnam, China berpotensi berjumpa dengan Timnas Voli Putri Indonesia di empat besar.
Dengan demikian, bukan tidak mungkin Indonesia harus menghadapi "ratu terakhir", yakni China, pada semifinal.
Di atas kertas, China menjadi favorit kuat untuk menembus final. Selain memiliki koleksi trofi terbanyak, status sebagai tuan rumah juga menjadi keuntungan tersendiri bagi tim asuhan pelatih China.
Jika final ideal China vs Jepang benar-benar terwujud, AVC Continental 2026 dipastikan tidak akan melahirkan juara baru.
Pasalnya, kedua negara tersebut sudah memiliki koleksi gelar juara dan sama-sama berstatus sebagai kekuatan utama bola voli putri Asia.
Kamis, 27 Agustus 2026
Pukul 13.00 WIB: Thailand vs Korea
Pukul 17.30 WIB: Jepang vs China Taipei
Jumat, 28 Agustus 2026
Pukul 14.00 WIB: Indonesia vs Iran
Pukul 18.30 WIB: China vs Vietnam
(Tribunnews.com/Giri)