Hanya Peserta Terverifikasi yang Boleh Masuk Area Pendaftaran Muktamar NU
M Syofri Kurniawan August 27, 2026 05:56 AM

TRIBUNJATENG.COM, JOMBANG – Panitia Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) memperketat pemeriksaan alur kedatangan peserta di arena utama Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026).

Hanya peserta resmi yang terverifikasi yang diizinkan memasuki area pendaftaran dan lokasi penginapan. 

Berdasarkan pantauan di lokasi, setiap kendaraan atau bus rombongan peserta dari Pengurus Wilayah NU (PWNU) atau Pengurus Cabang NU (PCNU), langsung diperiksa panitia begitu tiba di gerbang pesantren.

Petugas pendaftaran hanya mengizinkan muktamirin atau peserta muktamar untuk turun membawa koper dan memproses registrasi, sementara anggota rombongan lain diminta tetap berada di dalam bus menuju lokasi penampungan luar.

Setelah menyelesaikan tahapan verifikasi berkas dan registrasi, para peserta resmi diantarkan menuju lokasi penginapan menggunakan becak listrik yang telah disiapkan panitia. 

Sistem verifikasi ketat Ketua Panitia Lokal (Panlok) Muktamar Ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq menegaskan, langkah selektif ini diambil demi menjaga ketertiban perhelatan forum tertinggi organisasi keagamaan tersebut.

Meskipun panitia mengedepankan keramahan layanan, proses verifikasi dokumen administrasi peserta tetap diberlakukan secara tegas tanpa pengecualian. 

"Hanya muktamirin yang terverifikasi secara sah yang berhak mendapatkan ID card resmi dan diarahkan menuju lokasi penginapan yang telah ditentukan," ujar Gus Rozaq. 

Berikan arahan

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), memberikan pengarahan khusus kepada panitia dan among tamu Muktamar ke-35 NU.

Gus Yahya mengingatkan seluruh panitia bahwa tugas yang mereka jalankan bukan sekadar pekerjaan logistik, melainkan bentuk khidmat besar bagi organisasi dan para pendiri NU. 

Pesan tersebut disampaikan Gus Yahya saat meninjau kesiapan arena dan fasilitas registrasi peserta di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026).

Di hadapan Ketua Panitia Lokal Muktamar Ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh, beserta jajarannya, Gus Yahya menekankan bahwa panitia memikul amanah untuk menjaga nama baik NU sekaligus melanjutkan keteladanan KH Abdul Wahab Chasbullah sebagai tuan rumah. 

"Panjenengan (Anda) semua ini mewakili bukan hanya PBNU, tapi jam'iyah Nahdlatul Ulama, dan sekaligus panjenengan semua mewakili Kiai Abdul Wahab Chasbullah sebagai tuan rumah dari Muktamar ini. Maka khidmah panjenengan sesungguhnya adalah khidmah yang luar biasa nilainya," tutur Gus Yahya melalui keterangan tertulis, Rabu. 

Selain menyoroti dedikasi panitia, Gus Yahya mengutip ajaran pendiri NU Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari tentang hakikat jam'iyah.

Ia meminta seluruh pihak yang terlibat untuk senantiasa menjaga suasana forum tertinggi organisasi ini tetap sejuk, kondusif, dan damai.

Dia menegaskan, Muktamar Ke-35 NU harus mencerminkan cita-cita luhur para muassis dalam memperbaiki umat dan bangsa. 

Oleh karena itu, segala bentuk tindakan yang berpotensi merugikan atau mencederai marwah organisasi harus dihindari sedini mungkin selama rangkaian acara berlangsung.

"Karena ini adalah jam'iyatu adlin wa aman wa ishlahin wa ihsan. Ini jam'iyah yang memperbaiki. Maka tidak boleh ada sedikit pun tindakan yang berpotensi merusak, karena jam'iyah ini adalah jam'iyah yang memperbaiki," tegasnya. 

Selain memberikan arahan kepada panitia lokal, Gus Yahya memantau alur administrasi dan registrasi kepesertaan di Aula KH Jamaluddin Ahmad Center bersama Wakil Ketua Umum PBNU, Amin Said Husni.

Dalam peninjauan tersebut, PBNU mengumumkan kemudahan mekanisme pengusulan calon Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

PWNU, PCNU, hingga Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) diperbolehkan membuat surat usulan langsung di area registrasi, jika belum menyusunnya di daerah asal. 

Meski demikian, keabsahan dokumen tetap dipersyaratkan secara ketat, yakni wajib ditandatangani oleh Rais dan Katib Syuriyah serta dibubuhi stempel resmi organisasi sebelum dimasukkan ke dalam kotak suara dalam amplop tertutup. 

"Area pendaftaran ini sudah steril. PWNU, PCNU dan PCINU bisa membuat surat usulan calon AHWA di sini, tapi tetap harus ditandatangani oleh Rais dan Katib dan distempel," ujar Gus Yahya. 

Proses registrasi peserta dipusatkan di MTs Bahrul Ulum, sejak pukul 10.00 .

Para muktamirin tampak terus berdatangan dari berbagai daerah.

Adapun rangkaian pembukaan Muktamar Ke-35 NU dijadwalkan berlangsung, pada Kamis (27/8/2026) pukul 15.00 sore ini, di Lapangan Untung Suropati Tambakberas, Jombang, dan rencananya dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. (Kompas.com/Tribunnews) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.