Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat dukungan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan di Jawa Tengah (Jateng) dengan menyiapkan 16 unit mobil tangki air dan 105 unit hidran umum.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan air memiliki peran penting dalam pembangunan berkelanjutan sehingga penanganan kekeringan perlu dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi.

“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Jawa Tengah, sarana tersebut dimobilisasi secara bertahap melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sesuai kebutuhan di lapangan.

Dari sarana yang tersedia, sebanyak sembilan unit mobil tangki air dan 12 hidran umum telah dimobilisasi untuk mendukung penanganan kekeringan di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Mobil tangki memiliki kapasitas 4.000 liter per unit, sementara masing-masing hidran umum memiliki kapasitas 2.000 liter.

Dukungan mobil tangki telah disalurkan melalui koordinasi dengan BPBD di Kabupaten Jepara, Sragen, Tegal, Cilacap, Blora, Banjarnegara, dan Pekalongan. Kabupaten Tegal dan Banjarnegara masing-masing mendapatkan dukungan dua unit mobil tangki.

Sementara itu, 12 hidran umum telah digunakan di Kabupaten Pemalang sebanyak dua unit, Kabupaten Banjarnegara delapan unit, dan Kabupaten Cilacap dua unit. Sarana tersebut mendukung penyediaan air bersih di lokasi yang membutuhkan selama masa penanganan kekeringan.

Di Kabupaten Banjarnegara, dukungan distribusi air telah dilakukan di 11 lokasi, antara lain Dusun Kempyang, Dusun Karanggedang, Desa Jalatunda, Desa Wiramastra, Desa Linggasari, Desa Gemuruh, Desa Serang, Desa Kebutuhjurang, dan Desa Karanganyar. Berdasarkan data dalam laporan penanganan, distribusi pada lokasi-lokasi tersebut tercatat dengan total 669 kk/4.638 jiwa mencapai 108.000 liter.

Dukungan tersebut dilakukan seiring dengan kondisi kekeringan yang meluas di Jawa Tengah. Berdasarkan data penanganan BPBPK Jawa Tengah pada Agustus, kekeringan telah meluas setidaknya ke 24 kabupaten/kota dan berpotensi mengancam hingga 32 daerah. Kondisi tersebut berdampak pada sekitar 184.000 warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Kementerian PU terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan dukungan sarana air bersih dapat segera digerakkan ke wilayah yang membutuhkan, sekaligus menjaga kesiapsiagaan sarana yang masih tersedia selama periode kekeringan.