Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON -Seorang kakek berusia 71 tahun di Kabupaten Cirebon justru ditemukan tak bernyawa di aliran Sungai Anak Winong (Karangsambung), Desa Surakarta, Kecamatan Suranenggala.
Korban yang diketahui berinisial HHDS, warga Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, ditemukan pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Sehari sebelumnya, Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, HHDS diketahui berangkat mencari ikan dengan membawa jaring dan menggunakan sepeda motor.
Namun, hingga malam hari korban tak kunjung kembali ke rumah.
Kapolsek Kapetakan, AKP Rudiana mengatakan, pihak keluarga kemudian melakukan pencarian di sejumlah lokasi sungai setelah korban belum pulang.
"Hingga sekitar pukul 19.00 WIB korban belum kembali, sehingga pihak keluarga melakukan pencarian di sejumlah lokasi sungai sebelum akhirnya menerima informasi bahwa korban telah ditemukan meninggal dunia," ujar Rudiana melalui keterangan tertulisnya, Kamis (27/8/2026) pagi.
Penemuan jenazah bermula ketika dua warga, Sutrisno (39) dan Leman (43), hendak pulang setelah mengairi sawah.
Baca juga: Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini Kamis 27 Agustus 2026, Cek di Jabar
Saat melintas di sekitar tanggul Sungai Karangsambung, keduanya melihat sebuah sepeda motor yang terparkir di pinggir tanggul.
Motor tersebut ternyata sudah berada di lokasi sejak sehari sebelumnya.
Kondisi itu membuat kedua warga curiga. Mereka kemudian mencari di sekitar tanggul untuk mengetahui keberadaan pemilik sepeda motor tersebut.
Saat melakukan pencarian, Sutrisno melihat sesosok tubuh berada di aliran sungai dalam posisi telungkup.
Sutrisno kemudian menghubungi Layanan Polisi 110 untuk melaporkan penemuan tersebut.
"Karena sepeda motor tersebut diketahui telah berada di lokasi sejak sehari sebelumnya, kedua saksi kemudian mencari di sekitar tanggul,"
"Selanjutnya Sutrisno melihat sesosok tubuh berada di aliran sungai dalam posisi telungkup dan segera menghubungi Layanan Polisi 110 untuk melaporkan penemuan tersebut," ujarnya.
Berdasarkan keterangan pihak Puskesmas Kapetakan, HHDS diduga meninggal dunia akibat terlalu banyak kemasukan air.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum luar maupun autopsi. (*)