Perjuangan 12 Polisi Polda Sumsel Padamkan Karhutla di OKI, Dikepung Api Hingga Turun ke Rawa Gambut
Shinta Dwi Anggraini August 27, 2026 10:01 AM

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Sebanyak 12 personel Ditsamapta Polda Sumsel diterjunkan ke Polsek Cengal, Kabupaten OKI, Sumsel, untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lahan gambut dan rawa PT Limau Kasturi serta PT Samora.

Salah satunya Ipda Jon Hery, anggota BKO Ditsamapta Polda Sumsel yang ikut ditugaskan ke lapangan menangani karhutla bersama 11 rekannya. 

Personel Ditsamapta Polda Sumsel saat ini diperbantukan BKO di Polsek Cengal sebagai BKO Aman Nusa II Ditsamapta Subsatgas Polsek Cengal sejak tanggal 15 Agustus 2026 untuk melakukan patroli, imbauan, pemantauan, dan pemadaman karhutla di Posko PT Limau Kasturi, Desa Sungai Jernih dan di Posko PT Samora, Desa Pelimbangan.

Terdiri dari 12 orang personel Ditsamapta diterjunkan dalam kegiatan tersebut, mereka kemudian dibagi ke dua titik untuk membantu Satgas Karhutla Polsek Cengal.

"Anggota kami dibagi dua, ada yang delapan personel dan empat personel. Dari Ditsamapta ada 12 orang yang ditugaskan membantu Satgas Polsek Cengal," ujar Jon Hery kepada TribunSumsel.com, Rabu (26/8/2026).

Baca juga: 259.297 Warga Sumsel Kena ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla Walhi Soroti Lemahnya Pengawasan Korporasi

Dalam memadamkan api, personel gabungan mendapat dukungan dari perusahaan, masyarakat, dan pihak lainnya.

Menurut Jon Hery, kondisi medan yang sebagian besar adalah lahan gambut dan rawa menjadi salah satu kendala.

Ia dan personel lainnya tidak jarang harus turun ke rawa dan lumpur guna lebih dekat mencapai titik api.

"Lokasi yang sulit dijangkau kendaraan pemadam membuat petugas harus menggunakan mesin pompa dan selang panjang untuk mengalirkan air ke titik-titik api. Sebab, di sini rawa dan gambut semua," katanya.

Meski demikian, petugas masih menemukan sumber air yang dapat digunakan untuk proses pemadaman. Saat ini, sejumlah titik masih terus dipantau lantaran api sewaktu-waktu dapat kembali muncul.

"Alhamdulillah masih ada sumber air. Kondisi sekarang masih ada muncul (api), makanya kami standby dan memonitor terus. Masyarakat juga sering memberikan informasi kalau ada titik api," ujarnya.

Meski baru pertama kali turun membantu pemadaman karhutla di Sumsel, selama 11 hari di Cengal ia mendapat pengalaman bahwa ketika hendak menjinakkan api di lahan gambut, tidak cukup hanya menangani api yang terlihat.

Petugas harus melakukan pendinginan untuk memastikan bara di dalam gambut atau sisa material yang terbakar benar-benar padam sehingga tidak menjadi sumber api baru.

"Setelah api padam terkadang ada bara api yang masih tersisa, kami lakukan pendinginan. Biasanya proses pemadaman sampai pendinginan memakan waktu lima jam. Namun, kalau malam larut kami tidak pernah, paling lambat selesai sampai pukul 7 malam pendinginan. Sampai benar-benar malam, belum pernah kejadian," tuturnya.

Salah satu pengalaman berkesan yang dirasakan sekaligus menegangkan, yakni ketika Jon Hery bersama personel Satgas Karhutla berupaya menyalakan mesin penyedot air, sedangkan api sudah mendekat ke arah mereka.

Untungnya, kendala tersebut bisa teratasi berkat kesigapan petugas.

"Pernah ada pengalaman waktu menghidupkan mesin air, tetapi airnya belum mengalir keluar, sedangkan api sudah mengarah ke kami. Untungnya bisa diatasi," katanya.

Ia mengatakan, kondisi angin juga menjadi tantangan tersendiri. Api yang sebelumnya telah berhasil dipadamkan dapat kembali membesar ketika muncul bara atau titik api baru yang kemudian tertiup angin.

"Karena pengaruh angin, tiba-tiba api bisa besar lagi. Sudah dilakukan water bombing oleh helikopter, ternyata ada api kecil yang tidak terjaga, kemudian membesar lagi. Tiga mesin kami turunkan untuk membantu pemadaman," katanya.

Tidak hanya personel gabungan, masyarakat juga kerap memberikan informasi jika ada kemunculan titik api.

"Masyarakat dan kepala desa setempat juga kerap berkoordinasi dengan kami kalau terdapat informasi ada api yang muncul," katanya.

 

 

Ikuti dan Bergabung di Saluran WhatsApp TribunSumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.