Pertalite Sempat Langka di Palu, Pemprov Sulteng Ungkap Penyebab dan Pastikan Pasokan Normal
Fadhila Amalia August 27, 2026 10:25 AM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kelangkaan Pertalite sempat terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Kondisi tersebut ditandai dengan antrean panjang kendaraan dan keterbatasan stok Pertalite dalam beberapa hari terakhir.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kemudian menggelar rapat bersama pihak terkait untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kota Palu.

Baca juga: Regulasi Batas Kelurahan Matano Morowali Diharmonisasi, Dorong Kepastian Hukum

Rapat tersebut dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sulteng Rudi Dewanto di Ruang Rapat Asisten II Kantor Gubernur Sulteng, Rabu (26/8/2026).

Rudi mengatakan, rapat tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sulteng Anwar Hafid untuk mencari solusi atas persoalan pasokan Pertalite.

"Bapak Gubernur menginginkan ada solusi konkret terhadap persoalan yang terjadi di lapangan. Kita berharap melalui pertemuan ini dapat ditemukan langkah yang tepat untuk menjaga ketersediaan BBM, khususnya Pertalite," ujar Rudi.

Dalam rapat tersebut, pihak Pertamina menjelaskan gangguan pasokan Pertalite dipengaruhi cuaca buruk.

Kondisi tersebut berdampak terhadap perjalanan kapal pengangkut BBM dari Bitung, Sulawesi Utara, sekitar 15 Agustus 2026.

Akibatnya, pasokan Pertalite mengalami keterlambatan pada 16 hingga 17 Agustus 2026.

Untuk mengantisipasi kekurangan stok, Pertamina kemudian mencari pasokan alternatif dari Depot Bau-Bau dan mengambil stok dari Depot Poso.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan BBM di Sulawesi Tengah sekaligus mencegah kekurangan pasokan di sejumlah SPBU.

Pertamina menyampaikan pasokan dari Bau-Bau dan Bitung kembali masuk secara normal pada 20 hingga 24 Agustus 2026.

Baca juga: Kanwil Kemenkum Sulteng Dorong Unazlam Palu Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual

Sementara itu, antrean kendaraan di sejumlah SPBU, khususnya di Kota Palu, pada Rabu (26/8/2026) juga mulai kembali normal.

Pemprov Sulteng berharap kondisi pasokan BBM dapat terus terjaga sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

Rudi mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik dan membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan. Jangan melakukan pembelian berlebihan karena justru dapat menimbulkan kepanikan dan memperpanjang antrean," katanya.

Pemprov Sulteng bersama Pertamina akan terus memantau kondisi pasokan BBM di lapangan.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Pemerintah juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, Pertamina dan pihak terkait untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi.

Baca juga: Kebakaran Hebat di Baiya Tawaeli Palu, Rumah dan Gudang Penyimpanan Plastik Ludes Dilalap Api

Terutama ketika terjadi kendala akibat faktor cuaca dan transportasi yang dapat memengaruhi kelancaran pasokan BBM ke Sulawesi Tengah.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.