Roy Suryo Pertanyakan Alasan Massa dari Luar Kota Ikut Demo RUU Perampasan Aset pada 27 Agustus
Muhammad TaufiqRahman August 27, 2026 10:42 AM

Pakar telematika, Roy Suryo, menanggapi aksi demonstrasi sejumlah kelompok masyarakat di Jakarta pada Kamis (27/8/2026).

Aksi tersebut salah satunya menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset.

Roy Suryo menilai keputusan sejumlah kelompok mahasiswa untuk tidak turun ke jalan merupakan langkah bijak.

Salah satunya adalah Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI).

Roy Suryo berharap aksi pada Kamis (27/8/2026) tidak ditunggangi pihak tertentu.

Ia meminta masyarakat mewaspadai kemungkinan adanya agenda lain di balik aksi tersebut.

"Jadi makanya hati-hati besok pagi. Ya, semoga Indonesia tetap baik, semoga Presiden Prabowo tetap juga bisa mengemban amanah rakyat dengan baik," kata Roy Suryo dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

"Dan tidak ada yang menumpangi demo besok pagi seperti yang smart yang dilakukan oleh adik-adik UI, ya, tidak turun besok pagi," ujar Roy Suryo.

Soroti Massa dari Luar Jakarta

Roy Suryo kemudian menyoroti komposisi peserta aksi demo 27 Agustus 2026.

Ia mempertanyakan banyaknya peserta yang disebut berasal dari luar Jakarta.

Menurut Roy Suryo, hal tersebut menjadi pertanyaan karena salah satu tuntutan aksi adalah pengesahan RUU Perampasan Aset.

Ia menilai jarak antara daerah asal peserta dan lokasi aksi di Jakarta cukup jauh.

"Karena menurut saya agak aneh juga, ya. Demo soal Perampasan Aset kok yang demo malah dari luar kota, agak jauh ke sana, ada apa dengan itu," kata Roy Suryo.

Roy Suryo mengatakan dirinya tidak ingin berkomentar lebih jauh mengenai hal tersebut.

"Nah, itu saja, ya. Saya enggak akan lebih lanjut, nanti dikira politik," pungkas Roy Suryo.

Empat Kelompok Ikut Aksi 27 Agustus

Diketahui, aksi demonstrasi pada Kamis (27/8/2026) rencananya digelar di kawasan DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta.

Sedikitnya empat kelompok masyarakat disebut akan berpartisipasi dalam aksi tersebut.

Keempatnya yakni Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB), Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), dan Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4).

Sebelumnya, Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, menegaskan aksi tersebut merupakan gerakan organik.

Ia juga menyatakan aksi tidak didanai pihak mana pun (24/8/2026).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.