BULA, TRIBUNAMBON.COM – Hanya ada satu jembatan di Desa Gaur, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Dibangun swadaya oleh warga setempat beberapa tahun silam, kondisinya memprihatinkan.
Meski kontruksinya cukup sederhana dengan lantai tersusun dari batang kelapa, jembatan ini jadi penghubung ke desa lainnya di kecamatan, seperti desa Keta, Rumadan, juga Kian Laut hingga ke ibu kota kabupaten.
Tidak ada jalur darat lain yang dapat menjadi pilihan ketika akses tersebut tidak bisa dilalui.
Salah satu pengendara, Samsudin, mengatakan kondisi jembatan tersebut cukup mengkhawatirkan.
“Ini akses utama kami. Kalau jembatan ini rusak dan tidak bisa dilewati, kami mau lewat mana lagi? Tidak ada jalan lain yang bisa digunakan,” ujarnya.
Baca juga: Gubernur Maluku Tekankan Sinergi Wujudkan Maluku Maju, Adil dan Sejahtera
Baca juga: Juara II Tingkat Provinsi, Perpustakaan Rumah Bambu Banda Komitmen Perkuat Literasi
Menurut dia, setiap kali jembatan mengalami kerusakan, warga berswadaya memperbaiki dengan peralatan dan bahan seadanya.
“Kalau rusak, masyarakat sendiri yang perbaiki. Kami lakukan sebisa mungkin supaya jalan ini tetap bisa digunakan, karena ini satu-satunya akses darat,” katanya.
Dirinya berharap pemerintah dapat melihat kondisi tersebut sebagai kebutuhan mendesak, bukan sekadar persoalan jalan yang bisa diperbaiki sewaktu-waktu.
“Kami berharap pemerintah bisa melihat langsung kondisi jembatan ini. Jangan sampai masyarakat terus memperbaiki sendiri. Kami butuh jembatan yang benar-benar layak dan permanen,” tutupnya.(*)