TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Di balik dinding rumah panggung sederhana di Dusun Mekarjaya, Desa Kaso, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Tedi Kurnia terus berjuang demi masa depan putranya, Aef Heryadi.
Bayi berusia tiga tahun tersebut kini tengah berjuang melawan gejala gizi buruk dengan berat badan yang hanya menyentuh angka 9 kilogram.
Gizi buruk adalah kondisi serius saat tubuh tidak mendapat asupan nutrisi yang cukup atau mengalami gangguan penyerapan zat gizi, sehingga mengganggu fungsi normal tubuh, pertumbuhan, dan perkembangan
Sebagai buruh kuli angkut kayu gelondongan berpenghasilan harian yang tak menentu, Tedi memutar otak agar kebutuhan dapur dan perawatan medis Aef tetap terpenuhi.
Berdasarkan standar World Health Organization (WHO), berat badan ideal anak laki-laki seusia Aef berada di kisaran 11,3 hingga 18,3 kilogram.
Demi membawa sang buah hati mendapatkan penanganan medis yang layak, Tedi dan Aef harus melakoni perjalanan panjang yang melelahkan.
Baca juga: Apa Itu Gizi Buruk yang Dialami Balita di Ciamis? Simak Penjelasan hingga Upaya Pencegahannya
Jarak dari kediamannya menuju RSUD Ciamis mencapai 42 kilometer dengan waktu tempuh lebih dari 1 jam 15 menit menggunakan kendaraan motor.
Bentang jarak tersebut hampir setara dengan perjalanan dari Gedung Sate di Kota Bandung menuju Masjid Agung Sumedang.
Meski kondisi ekonominya serba terbatas dan kerap terkendala urusan administrasi, Tedi menegaskan tidak akan menyerah demi kesembuhan putranya.
"Kalau cukup ya, dicukup-cukupin aja. Kalau demi anak, apa sih yang enggak dilakukan orang tua demi anak," kata Tedi saat mendampingi Aef di RSUD Ciamis, Rabu (26/8/2026).
Perjuangan Tedi kian teringankan berkat kepedulian dari pihak fasilitas kesehatan setempat.
Puskesmas Tambaksari memfasilitasi kebutuhan akomodasi ambulans antar-jemput secara gratis menuju RSUD Ciamis.
Pihak RSUD Ciamis pun memberikan tindakan pengobatan awal gratis selagi proses pendaftaran BPJS Kesehatan Aef dirampungkan.(*)