Antisipasi Karhutla, TNI Polri dan Damkar Simulasi Penanganan di Kaimana
Roifah Dzatu Azmah August 27, 2026 12:44 PM

Laporan Jurnalis TribunPapuaBarat.com, Arfat Jempot

TRIBUNPAPUABARAT.COM, KAIMANA – Pemerintah Kabupaten Kaimana bersama TNI, Polri, BPBD, Damkar, dan sejumlah instansi terkait menggelar simulasi penanganan dan antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kaimana, Kamis (27/8/2026).

Simulasi tersebut digelar di Halaman Apel Polres Kaimana untuk menguji kesiapsiagaan, koordinasi, komunikasi, serta kecepatan respons seluruh unsur dalam menghadapi potensi karhutla.

Skenario simulasi diawali dengan laporan masyarakat melalui Call Center 110 Polres Kaimana terkait adanya titik api di kawasan hutan dan lahan di Jalan Tanggaromi-Wermura.

Laporan tersebut diterima petugas pelayanan 110 dan diteruskan kepada Patroli, Pengamanan dan Pelayanan Masyarakat Terpadu (Pamapta) Polres Kaimana. 

Baca juga: Polres Kaimana Perkuat Kesiapan Hadapi Karhutla, Cek Personel dan Peralatan

Selanjutnya, personel piket dikerahkan untuk berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

BPBD bersama tim deteksi Polres Kaimana kemudian menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Hasil pemeriksaan menunjukkan kebakaran lahan telah meluas sehingga membutuhkan penanganan menggunakan unit pemadam kebakaran.

Kepala BPBD dan Kabag Ops Polres Kaimana selanjutnya berkoordinasi dengan TNI, Damkar, serta Batalyon Infanteri TP Nane Nambae Kaimana untuk meminta bantuan personel dan unit pemadam.

Unit Damkar yang telah disiagakan kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. 

Setelah sekitar dua jam, api berhasil dikendalikan berkat sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait sehingga tidak meluas ke wilayah sekitar.

Selain pemadaman, tim di lapangan melakukan pemetaan wilayah terdampak, menentukan jalur akses serta mengidentifikasi area yang berpotensi terancam.

Petugas juga menyampaikan peringatan dini kepada masyarakat dan mengarahkan warga menuju lokasi aman apabila diperlukan.

Dalam simulasi tersebut, koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Setiap unsur menjalankan tugas masing-masing, mulai dari pemadaman, pengamanan lokasi, pengaturan akses, pelayanan kesehatan hingga dukungan logistik.

Baca juga: LPS Kumpulkan 14 Bank di Manokwari Papua Barat, Fuad: Kami Datang Tak Selalu Ada Krisis 

Salah satu skenario juga memperagakan seorang petugas yang pingsan akibat menghirup asap karena tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Petugas tersebut kemudian mendapatkan pertolongan pertama dari Tim Kesehatan Lapangan (Keslap).

Setelah api dipadamkan, tim melakukan pemeriksaan dan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api maupun bara yang berpotensi menimbulkan kebakaran kembali. 

Selanjutnya dilakukan pendataan dampak dan evaluasi sebagai bahan perbaikan penanganan karhutla.

Melalui simulasi ini, seluruh unsur diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai mekanisme penanganan karhutla serta mampu memperkuat koordinasi dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi sebenarnya.

"Kesiapsiagaan menghadapi Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Dengan kebersamaan dan sinergitas, Kaimana siap menjaga hutan Kaimana," jelas Kapolres Kaimana AKBP. Satria Dwi Dharma di sela-sela simulasi.

Dengan koordinasi yang cepat, komunikasi efektif, dan sinergitas lintas instansi, risiko karhutla di Kabupaten Kaimana diharapkan dapat diantisipasi serta dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.