TRIBUNPALU.COM, PALU - Pengungkapan kasus pembunuhan tragis yang menimpa satu keluarga di Lorong PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah, mulai menemui titik terang.
Aparat Polresta Palu menggelar pra-rekonstruksi di lokasi kejadian pada Kamis (27/8/2026) untuk memperagakan detik-detik aksi keji yang dilakukan oleh tersangka Aan Kurniawan.
Langkah ini diambil polisi sehari setelah berhasil membekuk tersangka yang sempat menjadi buronan selama hampir sebulan di Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat.
Dalam peragaan pra-rekonstruksi tersebut, terungkap bahwa insiden berdarah ini diawali dari perselisihan jalanan.
Aan memperagakan adegan saat ia sempat menghadang dan menahan korban yang tengah mengendarai sepeda motor bersama istrinya di sekitar lokasi.
Ketegangan di jalan tersebut rupanya menyulut rasa dendam mendalam.
Baca juga: Aan Kurniawan Peragakan Pembunuhan Satu Keluarga di Duyu, Sempat Cekcok hingga Masuk dari Belakang
Usai terlibat cekcok, tersangka menyusun rencana dengan menyambangi kediaman korban.
Niat jahat tersangka sempat terhalang saat ia mencoba menerobos masuk melalui pagar depan rumah yang terkunci rapat.
Tak hilang akal, Aan memutar jalan dan menyusup masuk melewati bagian belakang rumah sebelum akhirnya melancarkan aksi penganiayaan brutal terhadap para korban.
Di lokasi tersebut, polisi juga mengamankan sebilah pisau yang digunakan tersangka sebagai alat utama untuk menghabisi nyawa korban.
Wakapolresta Palu, AKBP Muhammad Ilham, menjelaskan bahwa penyidik masih menggali detail utuh dari kronologi perbuatan tersangka melalui reka adegan ini.
"Prarekonstruksi ini digelar untuk mengungkap tahapan-tahapan yang dilakukan oleh tersangka pada saat melakukan tindak pidana, mulai dari sebelum, saat kejadian, hingga setelahnya," ujar AKBP Muhammad Ilham di lokasi rekonstruksi.
Baca juga: Lewat Subuh Berkah, Polda Sulteng Bangun Komunikasi Harmonis Bersama Masyarakat
Mengenai jumlah adegan yang diperagakan, Ilham menyebutkan bahwa hal tersebut masih bersifat dinamis karena proses penyelidikan awal terus berjalan.
"Jadi ini masih prarekonstruksi untuk melihat tahapan yang dilakukan tersangka dan menentukan berapa total reka adegan yang akan ditetapkan. Nanti untuk pelaksanaan rekonstruksi resminya akan kami koordinasikan lebih lanjut dengan pihak kejaksaan," tambahnya.
Terkadang, pemicu kejahatan hebat berakar dari masalah sepele yang membesar akibat emosi yang tak terkontrol.
Dari hasil pemeriksaan sementara terhadap Aan, polisi mengonfirmasi bahwa akar utama dari aksi nekat penyerangan satu keluarga ini didasari oleh rasa sakit hati mendalam akibat perselisihan sebelumnya.
"Untuk sementara yang kami gali dari keterangan tersangka, motif utamanya adalah rasa sakit hati terhadap korban," tegas Ilham. (*)